Pekan Depan Lelang SUN Digelar Lagi, Pemerintah Bidik Rp22,5 Triliun

Surat utang negara (SUN) yang akan dilelang terdiri dari 2 seri surat perbendaharaan negara dan lima seri obligasi.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  14:45 WIB
Pekan Depan Lelang SUN Digelar Lagi, Pemerintah Bidik Rp22,5 Triliun
Direktur Surat Utang Negara (SUN) pada Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu Loto S. Ginting memperlihatkan informasi tentang Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR005 ketika peluncuran di Jakarta, Kamis (10/1/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan kembali menggelar lelang surat utang negara (SUN) dalam mata uang rupiah pada 18 Februari 2020 dengan target maksimal Rp22,5 triliun.

Dilansir dari lama resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Kamis (13/2/2020), lelang SUN kembai digelar untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan APBN 2020.

Pemerintah akan mengeluarkan dua Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan lima Obligasi Negara. Dari penerbitan ketujuh SUN, pemerintah mematok target indikatif sebesar Rp15 triliun dan maksimal Rp22,5 triliun.

Dua SPN yang akan dilelang yaitu seri SPN03200519 yang akan jatuh tempo pada 19 Mei 2020. Kemudian seri SPN12210205 jatuh tempo pada 5 Februari 2021. Kedua seri dilelang dengna tingkat kupon diskon dan alokasi pembelian non-kompetitif maksimal 50 persen dari yang dimenangkan.

Sementara itu, lima varian obligasi yang akan ditawarkan memiliki tingkat kupon 6,5 persen hingga 7,5 persen. Beriktu lima seri obligasi yang akan ditawarkan dalam lelang pekan depan.

  • Seri FR0081 jatuh tempo 15 Juni 2025 dengan kupon 6,5 persen.
  • Seri FR0082 jatuh tempo 15 September 2030 dengan kupon 7 persen.
  • Seri FR0083 jatuh tempo 15 April 2040 dengan kupon 7,5 persen.
  • Seri FR0076 jatu tempo 15 Mei 2048 dengan kupon 7,375 persen.
  • Seri FR0080 jatuh tempo 15 Juni 2015 kupon 7,5 persen.

Lebih lanjut, penjualan SUN akan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang akan bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga beragam (multiple price).

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Selain itu, pemegang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

Adapun ketujuh SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1 juta. Pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik (PMK No. 168/PMK.08/2019).

Sebelumnya, pemerintah berhasil mendulang penawaran lebih dari Rp90 triliun dalam dua lelang SUN pada 21 Januari 2020 dan 4 Februari 2020 lalu. Saat itu, penawaran atas tujuh seri SUN mencapai Rp94,98 triliun (21 Januari 2020) dan Rp96,90 triliun (4 Februari 2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top