IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 5.877-5.961

Lanjar Nafi, analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG break out level support setelah tidak mampu kembali di atas Moving Average 5 hari.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  07:41 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 5.877-5.961
Bursa Efek Indnesia (IDX). - Dimas Ardian /Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA –  Analis memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) akan kembali melemah dengan menguji support dengan rentang 5.877-5.961 pada perdagangan hari ini, Kamis (13/2/2020).

Lanjar Nafi, analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG break out level support setelah tidak mampu kembali di atas Moving Average 5 hari. Indikator RSI dan Stochastic berbalik jenuh negatif bergerak menguji area oversold.

“Sehingga kami perkirakan IHSG akan bergerak cenderung kembali melemah menguji support dengan rentang 5.877-5.961,” katanya dalam keterangan tertulis.

Saham-saham secara teknikal yang masih cukup menarik diantaranya; WSBP, SMGR, INDF, ICBP, UNVR, TLKM, PGAS, WSKT, SCMA, UNTR.

Indeks berakhir melemah 0,69 persen atau 41,32 poin ke level 5.913,08 pada perdagangan Rabu (12/2). Sebelum melorot, indeks sempat memperpanjang kenaikannya dengan dibuka naik tipis 0,04 persen atau 2,66 poin di posisi 5.957,06 pada Rabu (12/2) pagi. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG bergerak di level 5.895,72 – 5.962,35.

Sebanyak 8 dari 9 sektor menetap di wilayah negatif hari ini, dipimpin oleh sektor konsumer yang melemah 2,44 persen dan aneka industri yang turun 1,86 persen. Satu-satunya sektor yang mampu menguat adalah finansial (+0,03 persen).

Sebanyak 113 saham menguat, 274 saham melemah, dan 291 saham stagnan dari 678 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) yang masing-masing turun 3,18 persen dan 6,32 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini.

Lanjar mengatakan, terlepas dari semua sentimen, kasus pasar modal dan rush money meningkatkan kekhawatiran investor dalam negeri. Hal itulah yang membuat IHSG melemah di saat regional dan global menguat.

“Banyaknya institusi keuangan yang mulai mengalami penurunan portofolio aset ekuitasnya terkena dampak rembetan kasus-kasus sebelumnya masih menjadi faktor utama pelemahan IHSG.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top