Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Saham Grup Salim Anjlok, Ada Apa ya?

Dalam periode tahun berjalan saham INDF telah terkoreksi 9,46 persen sedangkan saham ICBP terkoreksi 3,81 persen.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  11:27 WIB
Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim (kanan) memberikan penjelasan kepada awak media usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan luar biasa, di Jakarta, Rabu (29/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim (kanan) memberikan penjelasan kepada awak media usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan luar biasa, di Jakarta, Rabu (29/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Dua saham milik grup konglomerasi Salim Group, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), anjlok pada perdagangan Rabu (12/2/2020).

Hingga pukul 10.22 WIB, harga saham INDF anjlok 6,51 persen atau 500 poin menjadi di posisi Rp7.175 per saham, sedangkan ICBP anjlok 5,88 persen atau 675 poin ke posisi Rp10.800 per saham.

Dalam periode  tahun berjalan (year to date), INDF telah terkoreksi sebesar 9,46 persen dengan dana asing net sell di seluruh pasar sebesar Rp46,94 miliar, sedangkan ICBP terkoreksi sebesar 3,81 persen dengan dana asing net sell di seluruh pasar mencapai Rp57,27 miliar.

Adapun, saham INDF diperdagangkan dengan volume sebesar 8,4 juta saham dan ditransaksikan senilai Rp60,8 miliar. Penurunan saham INDF dipimpin oleh aksi jual dari PT JP Morgan Sekuritas Indonesia dengan volume jual sebesar 1,72 juta saham dengan nilai Rp12,473 miliar. Kemudian, diikuti oleh PT Maybank Kim Eng Securities yang menjual 1,438 juta saham dengan nilai Rp10,383 miliar.

Sementara itu, saham ICBP ditransaksikan sebesar Rp1,6 triliun dengan volume perdagangan mencapai 136,5 juta saham. Credit Suisse Sekuritas Indonesia memimpin aksi jual saham ICBP dengan volume jual sebesar 2,16 juta saham dengan nilai Rp23,344 miliar. Selain itu, CLSA Sekuritas Indonesia juga melakukan aksi jual dengan volume mencapai 2,115 juta saham dengan nilai Rp22,71 miliar.

Penawaran Akuisisi

Di sisi lain Indofood CBP Sukses Makmur tengah melakukan uji tuntas atau due diligence atas penawaran pembelian saham Grup Pinehill. Corporate Secretary Gideon A. Putro mengatakan perseroan ditawarkan untuk mengambil alih seluruh saham Pinehill Corpora Limited dan Steele Lake Limited di entitas Pinehill Company Limited. Baik Pinehill Corpora maupun Steele Lake merupakan entitas yang terafiliasi dengan perseroan.

"Perseroan akan memberikan informasi lebih lanjut apabila perseroan mengambil keputusan untuk menerima penawaran tersebut," tulis Gideon dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Selasa malam (11/2/2020).

Indofood CBP juga melansir, informasi lanjutan terkait penawaran akuisisi saham di Grup Pinehill juga akan disampaikan kemudian. Informasi tersebut juga termasuk perihal syarat dan ketentuan atas rencana transaksi yang lebih rinci dalam suatu perjanjian tersendiri.

Lalu, siapa Grup Pinehill?

Manajemen ICBP menyebut, Pinehill Company Limited merupakan pperusahaan induk yang memiliki empat anak usaha. Grup ini memiliki kegiatan usaha pembuatan mi instan di Arab Saudi, Nigeria, Turki, Mesir, Kenya, Maroko, dan Serbia dengan menggunakan merek Indomie berdasarkan perjanjian lisensi dengan INDF.

Berdasarkan laporan keuangan ICBP per September 2019, tercatat ada transaksi afiliasi dengan Pinehill Arabia Food Ltd. (Pinehill) senilai Rp123.86 miliar. Di samping itu, transaksi dengan pihak berelasi juga terjalin dengan Salim Wazaran Abu Elata Company (Mesir), Salim Wazaran Kenya Co. Ltd (Kenya), De United Food Industriess Ltd (Nigeri), dan Adkoturk Gida Sanayi Ve Ticaret Ltd Sirketi (Turki).

Untuk diketahui, secara umum pendapatan ICBP diperoleh lebih banyak dari pihak berelasi. Per September 2019, pendapatan bersih ICBP mencapai Rp32,79 triliun dan 76,64 persen diantaranya berasal dari pihak berelasi. Harga penjualan yang disepakati dengan pihak berelasi sama dengan penjualan kepada pihak ketiga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top