Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

XL Axiata (EXCL) Cetak Rekor Pendapatan Tertinggi Pada 2019

Kinerja positif XL Axiata pada 2019 salah satunya ditopang pendapatan dari layanan data yang tumbuh 28 persen menjadi Rp20,25 triliun.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  11:08 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor XL Axiata. Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di kantor XL Axiata. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – PT XL Axiata Tbk. (EXCL) mencatatkan kenaikan pendapatan hampir dua digit pada tahun 2019. Torehan ini sekaligus menjadi perolehan pendapatan terbesar sepanjang sejarah perusahaan.

Laporan keuangan 2019 yang dirilis menunjukkan, emiten telekomunikasi itu meraup pendapatan sebesar Rp25,15 triliun, naik 9 persen dibandingkan pendapatan pada 2018 sebanyak Rp23 triliun. Pertumbuhan pendapatan yang diraih ini juga melampaui pendapatan rata-rata industri yang diperkirakan para analis sebesar 4 persen.

Selain itu, emiten berkode saham EXCL ini juga berhasil membalikkan posisi rugi pada 2018 menjadi keuntungan pada 2019. XL Axiata meraup laba bersih sebanyak Rp713 miliar, berbalik dari posisi rugi sebanyak Rp3,29 triliun.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan kinerja positif yang dicetak perseroan merupakan imbas dari strategi untuk mengutamakan layanan data.  Pendapatan dari layanan data pada 2019 tumbuh 28 persen menjadi Rp20,25 triliun.

Dian menyebut, Kinerja pendapatan dari data yang moncer menghasilkan pertumbuhan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar 17 persen menjadi Rp9,97 triliun.

“Neraca keuangan perusahaan saat ini juga dalam posisi sangat sehat dengan rasio net debt to EBITDA sebesar 1,1,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (10/2/2020).

Per Desember 2019, total aset XL Axiata juga tumbuh 8,88 persen menjadi Rp62,73 triliun. Sepanjang tahun lalu, XL Axiata telah melakukan pembayaran atas pinjaman bank sebesar Rp950 miliar dan obligasi serta sukuk sejumlah Rp686 miliar melalui kas internal dan refinancing. Hingga 31 Desember 2019, XL Axiata juga tidak memiliki pinjaman dalam mata uang denominasi mata uang dollar Amerika Serikat.

Dian melanjutkan, sepanjang 2019 XL Axiata terus melakukan perluasan jangkauan dan kapasitas jaringan terutama di wilayah luar Jawa. Hingga akhir 2019, total jumlah BTS XL Axiata meningkat menjadi lebih dari 130 ribu, termasuk lebih dari 40 ribu BTS 4G.

Layanan 4G XL Axiata saat ini telah tersedia di 425 kota/kabupaten. Investasi dalam fiberisasi jaringan untuk melayani trafik data akan terus dilakukan. Selain itu, investasi pada transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan peningkatan jaringan lainnya juga tetap dilakukan.

Hal tersebut ditujukan guna melayani pertumbuhan trafik data sehingga dapat memberikan stabilitas pada koneksi, memperluas kapasitas jaringan, dan meningkatkan kualitas layanan data secara umum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top