Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Kembali ke Zona Hijau, Analis: Welcome Back Uptrend

Aksi beli asing pada perdagangan kemarin menunjukkan tren penguatan IHSG. Investor juga sudah kembali percaya diri untuk balik ke pasar saham.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  08:54 WIB
Pengunjung memfoto layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Pengunjung memfoto layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT Panin Sekuritas Tbk. memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (7/2/2020) akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguata di kisaran 5.940 hingga 6.000. 

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan laju IHSG diperkirakan kembali menghijau setelah dalam beberapa perdagangan terakhir mengalami koreksi. Investor disebut telah mendapatkan  kepercayaan diri untuk kembali ke pasar saham. Pada penutupan perdagangan Kamis (6/2/2020) IHSG ditutup di level 5.987,14 menguat 0,14% atau naik 8,63 poin.

"Penutupan bursa pada perdagangan Kamis (6/2/2020) sudah mengonfirmasi pengujian support di level 5.940 selama 3 hari, jadi kita sudah welcome back uptrend," ujar William dalam riset yang dikutip Bisnis.com, Jumat (7/2/2020).

Tren penguatan di pasar modal juga tercermin dari aksi beli asing yang cukup besar dari total transaksi. Sebagai catatan, kemarin investor asing melakukan aksi beli sebesar Rp294,72 miliar.

William memperkirakan aksi beli asing terjadi karena valuasi saham-saham blue chips yang sebelumnya terpapar sentimen virus corona sudah bergerak ke level yang relatif murah sehingga menarik perhatian investoruntuk buy on weakness.

Di sisi lain, perkembangan berita terkait vaksin virus corona dan damai dagang antara Amerika Serikat dan China juga menjadi daya tarik tambahan bagi investor untuk kembali ke pasar modal. Beijing melansir tengah menerapkan kesekapatan tersebut meskipun wabah virus corona belum mereda. Beijing juga mengumumkan pemangkasan tarif tambahan atas produk Amerika Serikat senilai US$75 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top