IHSG Hari Ini Diperkirakan Bertahan di Zona Hijau

Meskipun IHSG ikut meramaikan kenaikan bursa saham Asia, investor asing masih terlihat tiarap dengan hanya mencatat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp 232,07 miliar.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  08:58 WIB
IHSG Hari Ini Diperkirakan Bertahan di Zona Hijau
Pengunjung beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (4/2/2020). - ANTARA / Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA – Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami penguatan pada hari ini, Rabu (5/2/2020).

Lanjar mengatakan, pada penutupan Selasa (4/2), IHSG yang menguat 0.65 persen atau naik 38,17 poin ke level 5922,34 didukung oleh saham-saham pada sektor aneka industri yang menguat 1.68 persen dan keuangan sebesar 1.33 persen setelah pada perdagangan sebelumnya ramai mengalami aksi jual investor asing maupun domestik.

Meskipun IHSG ikut meramaikan kenaikan bursa saham Asia, investor asing masih terlihat tiarap dengan hanya mencatat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp 232,07 miliar. Dari jumlah tersebut, hanya saham BBCA dan BBRI yang berada diposisi terbesar dari net buy value yang terlihat dibeli kembali oleh investor asing.

Sementara itu, Bank Indonesia berhasil mengintervensi pasar obligasi dan rupiah sejak kemarin. Hal ini terbukti dengan kembali menguatnya nilai tukar Rupiah sebesar 0.19 persen di level Rp13.715 ditengah gempuran aksi capital outflow yang terjadi sejak pekan lalu.

“Investor akan menanti data pertumbuhan GDP yang diperkirakan berada di level 5.04 persen lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar 5.1 persen,” katanya dikutip dari laporan yang diterima pada Rabu (5/2/2020).

Penguatan juga terjadi pada pasar saham Asia yang  mayoritas menutup perdagangan dengan catatan hijau. Indeks Nikkei (+0.49 persen), TOPIX (+0.69 persen), HangSeng (+1.21 persen) dan CSI300 (+2.64 persen) naik signifikan setelah mengalami awal pekan yang pesimistis.

Selain itu, harga minyak WTI naik setelah rentetan aksi jual akibat kekhawatiran turunnya permintaan di Tiongkok yang sedang mengalami krisis kesehatan. Investor menimbang pembatasan perjalanan Cina dan penghentian bisnis bersamaan dengan langkah-langkah yang diperkenalkan Beijing untuk mendukung pertumbuhan seiring terpukulnya perekonomian China.

Di sisi lain, bursa Eropa juga membuka perdagangan dengan optimis mengikuti penguatan bursa saham Asia. Indeks Euro Stoxx (+1.24 persen), FTSE (+1.36 persen) dan DAX (+1.09 persen) mengalami kenaikan diatas 1 persen. Saham-saham pertambangan dan energi memimpin lonjakan ini setelah beberapa emiten merilis laporan pendapatan di atas ekspektasi.

Selanjutnya, investor akan terfokus pada data Indeks kinerja sektor jasa di Tiongkok. Dari dalam negeri, investor akan terfokus pada data pertumbuhan ekonomi dan PDB Indonesia.

Lanjar memperkirakan, pergerakan IHSG pada hari ini secara teknikal meskipun menguat namun candlestick lebih membentuk pola bearish counterattack dimana signal reversal secara teknikal masih belum terkonfirmasi.

Ia melanjutkan, indikator stochastic dan RSI berpeluang membentuk pola golden-cross dan mengalami momentum bullish reversal apabila penguatan kembali berlanjut pada perdagangan selanjutnya. Sehingga, IHSG akan bergerak terkonsolidasi mencoba bertahan di zona hijau dengan support resistance 5900-6000.

Adapun saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya adalah INKP, TKIM, WTON, CPIN, SMGR, MAIN, INTP, INDF, KLBF, BBTN, JSMR, ASII, ADRO, TINS, ANTM, WEGE.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top