IHSG Meluncur ke Bawah 6.000, BBCA & BBRI Penekan Utama

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi bahkan meluncur ke bawah level 6.000 pada perdagangan pagi ini, Jumat (31/1/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  09:55 WIB
IHSG Meluncur ke Bawah 6.000, BBCA & BBRI Penekan Utama
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi bahkan meluncur ke bawah level 6.000 pada perdagangan pagi ini, Jumat (31/1/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,31 persen atau 18,86 poin di level 6.076,46.

Namun pada pukul 09.45 WIB, stamina indeks merosot ke level 5.991,88 dengan pelemahan 65,71 poin atau 1,08 persen dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (30/1/2020), IHSG menutup pergerakannya di level 6.057,60 juga dengan koreksi cukup tajam sebesar 0,91 persen atau 55,45 poin.

Seluruh sembilan sektor terpantau bergerak di teritori negatif pada Jumat (31/1) pagi, dipimpin aneka industri (-2,62 persen), finansial (-1,39 persen), dan industri dasar (-1,10 persen).

Sementara itu, sebanyak 101 saham menguat, 187 saham melemah, dan 388 saham stagnan dari 676 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing turun 1,63 persen dan 1,31 persen menjadi penekan utama atas pelemahan IHSG pada pukul 09.45 WIB.

Sejumlah sentimen global dinilai masih akan menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan hari ini. Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, saat ini perhatian pelaku pasar masih tertuju pada wabah virus corona (coronavirus) asal China yang telah menjalar ke sejumlah negara lain.

Terlebih, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah tersebut sebagai keadaan darurat global. Status darurat memberikan kesempatan kepada WHO untuk memobilisasi dukungan keuangan dan politik dari dunia internasional guna mengatasi wabah tersebut.

Di pasar Eropa, tingkat suku bunga Inggris pada akhirnya tidak mengalami perubahan. Pasalnya, Bank Sentral Inggris menginginkan lebih banyak bukti mengenai kenaikkan ekonomi yang lebih baik. Sejauh ini proyeksi pertumbuhan ekonomi telah dipangkas dari 1,25 persen menjadi 0,75 persen.

Sementara itu, dari dalam negeri, realisasi investasi industri kimia dan farmasi sepanjang 2019 mengalami tekanan. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis, realisasi penanaman modal dalam negeri pada industri kimia dan farmasi dari turun 28,8 persen menjadi Rp9,48 triliun. Adapun investasi asing juga turun 23,3 persen menjadi US$1,48 miliar secara tahunan.

"Kami melihat industri kimia dalam negeri mengalami serangan dari impor sedangkan proteksi terhadap [barang] import sangat lemah, baik  proteksi tarif maupun non tarif masih belum diimplementasikan secara komprehensif,” tulis Pilarmas. 

“IHSG diperkirakan bergerak di level 6.000 - 6.086 pada perdagangan hari ini,” tambahnya melalui laporan riset.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 berbalik ke zona merah dan turun tajam 1,64 persen atau 9 poin ke level 539,31 pada pukul 09.46 WIB, setelah dibuka menguat 0,39 persen atau 2,14 poin di posisi 550,45.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terapresiasi tipis 3 poin atau 0,01 persen ke level Rp13.654 per dolar AS pukul 09.45 WIB, setelah dibuka menguat 0,09 persen atau 12 di posisi 13.645.

Meski demikian, indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang mampu menguat 1,01 persen dan 0,77 persen masing-masing pagi ini. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,26 persen, Hang Seng Hong Kong menanjak 0,33 persen, dan indeks FTSE Malay KLCI naik 0,12 persen.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top