Kekhawatiran Penyebaran Virus Corona Terus Tekan Bursa Asia

Bursa saham Asia melemah pada hari Kamis (30/1/2020), karena meningkatnya jumlah kematian akibat virus corona, yang membuat maskapai penerbangan mengurangi penerbangan dan peritel menutup took.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  16:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia melemah pada hari Kamis (30/1/2020), karena meningkatnya jumlah kematian akibat virus corona, yang membuat maskapai penerbangan mengurangi penerbangan dan peritel menutup took.

Jumlah kematian yang dikonfirmasi dari virus di China telah meningkat menjadi 170 dengan 7.711 orang terinfeksi, dan lebih banyak kasus dilaporkan di seluruh dunia.

Pabrik-pabrik di China memperpanjang masa liburan, sedangkan maskapai global memangkas jumlah penerbangan dan peritel Swedia, Ikea, mengatakan akan menutup semua tokonya di China untuk membantu mengatasi wabah.

Wabah virus corona ini membuat para ekonom telah mulai memangkas prospek pertumbuhan ekonomi China.

"Aliran berita dalam beberapa jam terakhir cukup suram. Sentimen risk-off berlanjut," kata Prashant Newnaha, analis TD Securities, seperti dikutip Reuters.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang turun 2 persen ke level terendah dalam tujuh pekan terakhir, sekaligus mengalami pelemahan enam hari berturut-turut.

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup melemah masing-masing 1,48 persen dan 1,72 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng merosot 2,62 persen dan indeks Kospi Korea Selatan melemah 1,71 persen.

Komite Kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan berkumpul kembali di kemudian hari untuk memutuskan apakah meningkatkan status penyebaran virus corona menjadi keadaan darurat global.

"Tidak ada pembeli. Banyak alasan untuk menjual dan tidak ada alasan untuk membeli, jadi Anda melihat pasar saham merah," kata Chris Weston, Kepala Riset di Melbourne Pepperstone.

"Ada beberapa kekhawatiran seputar WHO. Yang dikhawatirkan adalah mereka akan menaikkan alarm, jadi orang-orang melepas kepemilikan saham," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia, virus corona

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top