Permintaan Minyak India Melaju Cepat, Kalahkan China

Berdasarkan laporan terbaru Badan Energi Internasional (IEA), India akan mengalami pertumbuhan permintaan minyak signifikan pada 2040 dan menjadi konsumen minyak terbesar dunia seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang cepat dan meningkatnya populasi.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 12 Januari 2020  |  13:27 WIB
Permintaan Minyak India Melaju Cepat, Kalahkan China
Pangkalan minyak terapung Kaombo Norte terlihat dari helikopter di lepas pantai Angola, 8 November 2018. - REUTERS/Stephen Eisenhammer

Bisnis.com, JAKARTA - Permintaan minyak India diproyeksi melesat tajam dibandingkan dengan permintaan dari konsumen minyak utama lainnya di dunia, bahkan diprediksi dapat mengalahkan laju pertumbuhan permintaan China.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Energi Internasional (IEA), India akan mengalami pertumbuhan permintaan minyak signifikan pada 2040 dan menjadi konsumen minyak terbesar dunia seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang cepat dan meningkatnya populasi.

“Tingkat pertumbuhan permintaan minyak India diperkirakan akan melampaui laju pertumbuhan China, konsumen minyak terbesar, pada pertengahan tahun 2020-an, menjadikan India pasar yang sangat menarik untuk investasi kilang,” tulis IEA seperti dikutip dari laporannya, Minggu (12/1/2020).

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak, Pemerintah India kini tengah mengejar pembuatan roadmap jangka panjang yang sangat ambisius untuk memperluas kapasitas penyulingan minyak.

India kini tengah meningkatkan kegiatan hulu dalam negeri, diversifikasi sumber pasokan dan meningkatkan investasi India di ladang minyak luar negeri di Timur Tengah dan Afrika, serta secara bertahap membangun cadangan minyak darurat khusus.

Hal tersebut dikarenakan, cadangan minyak India terbukti terbatas dibandingkan dengan kebutuhan dalam negeri. Tercatat, ketergantungan impor minyak India telah berada di level cukup tinggi, yaitu lebih dari 80% pada 2018 dan akan terus naik signifikan dalam beberapa dekade mendatang.

Sementara itu, kapasitas cadangan strategis India saat ini sebesar 40 juta barel, dapat mencakup lebih dari 10 hari impor bersih saat ini. Namun, mengingat pertumbuhan yang diharapkan dalam konsumsi minyak, volume yang sama mungkin hanya mencakup impor bersih empat hari pada  2040.

“Oleh karena itu, penting bagi pemerintah India untuk mengejar fase kedua dari kebijakan strategis penyimpanan saham, yang akan menambah tambahan 50 juta barel, dan juga menyiapkan kebijakan strategis fase selanjutnya,” papar IEA.

Adapun, India saat ini merupakan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, penyuling minyak keempat terbesar dunia, dan eksportir minyak olahan terbesar dunia dan telah menjadi salah satu kunci faktor outlook harga minyak global

Jika permintaan India melaju dengan cepat, artinya permintaan minyak global juga akan menguat secara keseluruhan sehingga harga pun akan ikut terkatrol dan bergerak di zona hijau.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, India tampak mengalami permintaan minyak yang melemah di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang kini terus berlanjut menjadi ancaman.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi global tersebut dipengaruhi oleh panasnya perang dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar dunia AS dan China yang berlarut-larut sejak 2018.

Mengutip data statistik BP Energy, pada tahun lalu konsumsi minyak India hanya tumbuh 5,3% secara year on year dan melampaui 5 juta barel per hari (bpd).

Sepanjang 2019, harga minyak berhasil bergerak menguat cukup baik atau naik sekitar 36,05%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
minyak, china

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top