Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Minta Harga Gas Industri Turun, Saham PGAS Melorot

Bagaimana dampak instruksi pemerintah untuk menurunkan harga gas industri terhadap laju saham Perusahaan Gas Negara atau PGAS?
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 07 Januari 2020  |  13:25 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Polemik harga gas industri kembali mengemuka setelah dibahas oleh Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas di Istana Negara pada Senin (6/1/2020).

Dalam rapat tersebut, Jokowi mengungkapkan tiga opsi penurunan harga gas, yaitu pengurangan atau penghilangan jatah pemerintah, pemberlakuan jatah kuota untuk industri domestik (domestic market obligation/DMO), dan kebijakan bebas impor untuk industri. Bahkan Presiden memberikan tenggat 3 bulan untuk menyelesaikan pembahasan opsi penurunan harga gas itu.

Seperti diketahui, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. menjadi korporasi pelat merah yang menguasai distribusi ke konsumen industri maupun ritel.

Bagaimana dampak instruksi pemerintah untuk menurunkan harga gas industri terhadap laju saham Perusahaan Gas Negara atau PGAS?

Berdasarkan data Bloomberg, saham PGAS terkoreksi 2,79% atau 60 poin ke level Rp2.090 pada akhir sesi I perdagangan Selasa (7/1/2020).

Dalam risetnya, analis Ciptadana Sekuritas Arief Budiman memaparkan dua risiko terkait dengan prospek PGAS. Pertama, sentimen negatif dari kebijakan pemerintah tentang harga gas. Kedua, penurunan nilai (impairment) yang lebih besar dari lapangan Kepodang dan Pangkah.

Ciptadana Sekuritas merekomendasikan beli terhadap PGAS dengan target harga Rp2.700 per saham.

Salah satu katalis positif kinerja PGAS, yakni tren pertumbuhan volume produksi yang diproyeksi berlanjut pada 2020 sejalan dengan operasi terminal pengolahan liquefied natural gas (LNG) di Teluk Lamong, Surabaya.

Pada 2019 dan 2020, pendapatan PGAS diestimasi mencapai US$3,92 miliar dan US$4,22 miliar. Sementara itu, laba bersihnya diperkirakan menyentuh US$558 juta pada 2019 dan US$651 juta pada 2020.

Kinerja Saham PGAS
PeriodeKenaikan/Penurunan HargaHarga Saham
2017-33,14%Rp1750
2018+23,16%Rp2.120
2019+5,03%Rp2.170
2 Januari 2020-1,38%Rp2.140
3 Januari 2020+0,93%Rp2.160
6 Januari 2020-0,46%Rp2.150
Sesi I 7 Januari  2020-2,79%Rp2.090

Sumber: Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham perusahaan gas negara
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top