Danareksa Investment Management Catat AUM Rp32 Triliun

Direktur Utama Danareksa Investment Management Marsangap P. Tamba menyampaikan bahwa turunnya valuasi saham memang membawa pengaruh terhadap dana kelolaan perseroan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  10:32 WIB
Danareksa Investment Management Catat AUM Rp32 Triliun
Direktur Utama PT Danareksa Investment Management Marsangap P. Tamba (kiri) berbincang dengan nasabah, di Jakarta, Rabu (28/3/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Danareksa Investment Management mencatatkan total dana kelolaan senilai Rp32 triliun per akhir November atau meningkat 10 persen dari posisi pada awal tahun.

Direktur Utama Danareksa Investment Management Marsangap P. Tamba menyampaikan bahwa turunnya valuasi saham memang membawa pengaruh terhadap dana kelolaan perseroan.

Adapun, secara year-to-date per 29 November 2019, IHSG terkoreksi 2,95 persen.

Namun, sedikitnya produk reksa dana berbasis saham yang dimiliki manajer investasi pelat merah ini membuat hal itu tidak terlalu berpengaruh terhadap dana kelolaan secara keseluruhan.

“Tidak terlalu berpengaruh signifikan [valuasi saham turun] karena kami lebih banyak di reksa dana fixed income, produk investasi alternatif, dan reksa dana pasar uang. Produk berbasis ekuitas kami kurang dari 10 persen Ada fluktuasi, tapi tidak terlalu pengaruh,” katanya di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Per 29 November 2019, Danareksa Investment Management mencatat total dana kelolaan senilai Rp32 triliun atau telah naik hampir 10 persen dari posisi pada awal tahun.

Marsangap mengimbuhkan dari total dana kelolaan tersebut, produk investasi alternatif berkontribusi terhadap sepertiga AUM dan sisanya lebih banyak dikontribusikan oleh produk reksa dana pendapatan tetap.

Lebih lanjut, dirinya menilai IHSG yang selalu menguat pada akhir tahun bakal mampu memperbaiki valuasi saham dalam portofolionya. Namun, dirinya masih belum merekomendasikan reksa dana saham untuk investasi jangka pendek.

“Menurut saya kalau mementingkan short term atau medium term return, mending pendapatan tetap. Ekuiti itu kalau investor punya toleransi untuk jangka panjang, sekarang itu [harga] lebih murah. Banyak saham-saham diperdagangkan di historical low-nya,” ujar Marsangap.

Namun, tetap tidak dapat dipastikan akankah harga reksa dana saham yang murah tersebut dapat memberikan return dalam waktu dekat karena masih banyak pemberat langkah indeks ke depannya.

Marsangap memperkirakan IHSG masih cenderung bergerak di kisaran 6.100—6.200 sampai akhir tahun nanti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
reksa dana

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top