Harga SUN Diprediksi Terkoreksi Akibat Perang Dagang China-AS

Kepala Riset Pendapatan Tetap BNI Sekuritas, Ariawan mengatakan Presiden AS Donald Trump terindikasi tetap menaikkan tarif impor barang asal China pada 15 Desember. Trump pun sebelumnya menyatakan tak ada batas waktu baginya untuk mencapai kesepakatan dengan China.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  08:47 WIB
Harga SUN Diprediksi Terkoreksi Akibat Perang Dagang China-AS
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT BNI Sekuritas memprediksi harga surat utang negara (SUN) terkoreksi pada perdagangan hari ini akibat perang dagang China-AS.

Dikutip dari hasil risetnya, Rabu (4/12/2019), Kepala Riset Pendapatan Tetap BNI Sekuritas, Ariawan mengatakan  Presiden AS Donald Trump terindikasi tetap menaikkan tarif impor barang asal China pada 15 Desember. Trump pun sebelumnya menyatakan tak ada batas waktu baginya untuk mencapai kesepakatan dengan China.

Dengan demikian, Trump tak keberatan bila masalah perang dagang berlanjut hingga masa pemilihan presiden AS. Walhasil, hal itu direspons negatif oleh pasar saham AS karena memberikan sinyal ketidakpastian.

Sebagai imbasnya, dana di pasar obligasi AS naik karena investor mencari investor lebih aman. Hal itu terlihat pada turunnya yield Treasury AS tenor 2 tahun, 10 tahun dan 30 tahun.

Penurunan yield menunjukkan harga yang naik akibat terkereknya permintaan. Perinciannya, yield Treasury AS tenor 2 tahun sebesar 1,54 persen atau turun 6 basis poin. Lalu, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun berada di level 1,72 persen atau turun 10 basis poin dan tenor 30 tahun imbal hasilnya turun sebesar 10 basis poin ke level 2,17 persen.

Tekanan di pasar global diproyeksi mempengaruhi pergerakan surat utang negara (SUN). Alasannya, investor menghindari aset berisiko termasuk SUN karena tingginya ketidakpastian.

Namun, Ariawan memperkirakan koreksi jangka pendek ini akan terbatasi oleh kondisi domestik seperti inflasi yang rendah dan rupiah yang stabil.

“Beberapa hal tersebut diperkirakan juga akan memberikan dampak terhadap pasar surat utang Indonesia dan membuka ruang koreksi harga dalam jangka pendek,” katanya.

Atas proyeksi tersebut, dia merekomendasikan agar investor memilih instrumen jangka pendek dan menengah guna memanfaatkan momentum koreksi harga hari ini. Beberapa seri SUN yang bisa dicermati yaitu FR0053, FR0061, FR0070, FR0077, FR0059, FR0064, dan FR0071.

“Di tengah potensi koreksi harga lanjutan yang masih cukup terbuka di pasar surat utang Indonesia, maka SUN bertenor pendek dan menengah,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, sun

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top