KABAR EMITEN 4 DESEMBER: Emiten Berlomba Rilis Produk Anyar, ITIC Patok Kenaikan 20%

Berita mengenai strategi emiten farmasi dan proyeksi penjualan PT Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC) menjadi topik halaman market dan korporasi edisi harian Bisnis Indonesia, Rabu (4/12/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  09:05 WIB
KABAR EMITEN 4 DESEMBER: Emiten Berlomba Rilis Produk Anyar, ITIC Patok Kenaikan 20%
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai strategi emiten farmasi dan proyeksi penjualan PT Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC) menjadi topik halaman market dan korporasi edisi harian Bisnis Indonesia, Rabu (4/12/2019).  

Berikut perincian topiknya:

Emiten Berlomba Rilis Produk Anyar. Sejumlah emiten farmasi menyiapkan beragam produk anyar sebagai salah satu strategi perseroan guna mendorong pertumbuhan kinerja pada 2020.

Volume Transaksi SBN Melesu. Volume transaksi surat berharga negara (SBN) pada Desember diproyeksi lesu karena faktor eksternal dan dana yang telah teralokasi sebelum tahun berakhir.

Pendapatan Emiten Telco Naik Satu Digit. Kendati hanya menargetkan pertumbuhan pendapatan satu digit pada tahun ini, sejumlah emiten yang bergerak di sektor telekomunikasi optimistis bisa meraih kinerja di atas industri.

DEWA Incar Lini EPC. Emiten kontrator pertambangan PT Darma Henwa Tbk. akan mengembangkan lini bisnis engineering, procurement, and construction (EPC).

ITIC Patok Kenaikan 20%. PT Indonesian Tobacco Tbk. memproyeksikan perolehan penjualan dan laba dapat tumbuh masing-masing 20% secara tahunan pada 2020.

Anak Usaha TOWR Raih Rp650 Miliar. PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo, anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR), memperoleh pinjaman senilai Rp650 miliar dari Bank HSBC guna memenuhi persyaratan pendanaan umum.

Strategi Emiten Semen Mengaduk Laba. Di tengah pasar semen domestik yang masih loyo, sejumlah produsen mencoba untuk terus menggenjot penjualan. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) hingga Oktober 2019, konsumsi semen nasional masih mengalami pelemahan 1,5% secara tahunan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, aksi emiten

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top