Yen Terjun ke Level Terendah, Dolar AS Naik Tipis

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) mampu bergerak di zona hijau pada perdagangan pagi ini, Senin (2/12/2019), saat nilai tukar yen Jepang terjun ke level terendahnya dalam enam bulan pascarilis data manufaktur China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  11:12 WIB
Yen Terjun ke Level Terendah, Dolar AS Naik Tipis
Uang Yen Jepang dan Dolar Amerika Serikat - Reuters/Yuriko Nakao

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks dolar Amerika Serikat (AS) mampu bergerak di zona hijau pada perdagangan pagi ini, Senin (2/12/2019), saat nilai tukar yen Jepang terjun ke level terendahnya dalam enam bulan pascarilis data manufaktur China.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, naik tipis 0,052 poin atau 0,05 persen ke level 98,325 pada pukul 10.31 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (29/11), indeks dolar AS mengakhiri pergerakannya di zona merah yakni 98,273 dengan koreksi 0,097 poin atau 0,10 persen.

Sementara itu, nilai tukar yen Jepang, yang kerap diuntungkan daya tariknya sebagai safe haven di kala ketidakpastian geopolitik, terpantau melemah 0,19 poin atau 0,17 persen ke posisi 109,68 per dolar AS pada Senin (2/12) pukul 10.41 WIB.

Dilansir dari Reuters, yen melemah ke kisaran level terendahnya sejak Mei terhadap dolar AS menyusul rilis survei yang menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur China pada November.

Survei bisnis swasta yang dirilis pada Senin (2/12) menunjukkan aktivitas pabrik China berekspansi dengan laju tercepatnya dalam hampir tiga tahun pada bulan November.

Sebelumnya, Biro Statistik Nasional China (NBS) menyebutkan Purchasing Managers 'Index (PMI) menyentuh level 50,2 pada November, tertinggi sejak Maret. Raihan ini lebih tinggi dibandingkan dengan 49,3 pada bulan Oktober.

Selain itu, survei Caixin menunjukkan total pesanan baru dan produksi pabrik pada level yang tinggi. Produktifitas pabrik menunjukkan peningkatan di sektor manufaktur besar China bulan lalu. Adapun total pesanan baru terkerek kembali ke wilayah ekspansi dengan sub-indeks menjadi 51,3, level tertinggi yang terlihat sejak April.

Bahkan sebuah laporan dari situs web berita Axios yang menuturkan bahwa ketegangan di Hong Kong telah membuat pembicaraan perdagangan AS-China berjalan mandek tidaklah cukup untuk melemahkan sentimen.

"Pasar menunggu kejelasan. Tidak ada yang akan mengambil posisi utama sampai kita mendapatkan kejelasan lebih lanjut di bidang perdagangan,” ujar Rodrigo Catril, pakar strategi senior valas di National Australia Bank.

Posisi indeks dolar AS
TanggalPosisi

2/12/2019

(Pk. 10.31 WIB)

98,325

(+0,05 persen)

29/11/2019

 

98,273

(-0,10 persen)

28/11/2019

98,370

(0 persen)

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top