Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Dalam Tren Bearish, Berikut Saham Pilihan Analis

Di tengah kondisi pasar yang bergejolak seperti saat ini, Deputy CIO Principal Asset Management Ni Made Muliartini mengimbau agar pelaku pasar tetap tenang dan objektif.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 29 November 2019  |  17:21 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/10/2019).  - Antara/Nova Wahyudi
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/10/2019). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA--Di tengah kondisi pasar yang bergejolak seperti saat  ini, Deputy CIO Principal Asset Management Ni Made Muliartini mengimbau agar pelaku pasar tetap tenang dan objektif.

 "Analisa kami di Principal mengatakan bahwa ini adalah kesempatan untuk para investor take the advantage,” katanya kepada Bisnis, Kamis (28/11/2019).

Adapun, beberapa saham blue chip dari kelompok saham berkapitalisasi besar (big caps) banyak direkomendasikan oleh analis untuk dicermati pada masa diskon atau valuasi rendah sekarang ini.

Head of Research Institusi MNC Sekuritas Thendra Crisnanda mengungkapkan bahwa saham sektor perbankan, telekomunikasi, dan barang konsumer masih menjadi pilihan menarik pada 2019 dan bahkan tahun depan.

“Hal ini ditopang oleh masih relatif solidnya ekspektasi pertumbuhan bisnis sektor tersebut di tengah rendahnya tingkat suku bunga,” jelasnya.

Adapun MNC Sekuritas merekomendasikan TLKM, BBNI, BMRI, dan UNVR untuk dapat diakumulasikan pada akhir tahun ini.

Thendra pun yakin masih ada potensi window dressing pada Desember setelah valuasi saham menjadi menarik setelah turun signifikan. 

Secara historis dalam 5 tahun terakhir, IHSG terpantau selalu mencatatkan kenaikan signifikan dengan probabilitas sebesar 100% pada Desember.

Senada, Direktur Anugerah Investama Hans Kwee juga merekomendasikan saham sektor perbankan, telekomunikasi, dan barang konsumer seperti BBNI, BMRI, BBRI, TLKM, HMSP, dan GGRM untuk dapat dicermati.

Selanjutnya, seiring dengan pemangkasan suku bunga, saham emiten propert seperti BSDE dan PWION juga menjadi pilihannya.

Window dressing selalu menarik saham-saham big caps. Tren bunga turun sehingga properti dan perbankan cukup menarik. Sementara saham-saham second dan third liner agak sulit bergerak,” tutur Hans.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menyarankan investor untuk masuk ke saham-saham barisan bertahan seperti UNVR, MYOR, KLBF, ICBP,, BBRI, BBCA, BBNI, AKRA, dan BRPT.

Sementara untuk saham-saham berkapitalisasi menengah—kecil, Reza merekomendasikan NZIA yang masuk dalam sektor properti bersubsidi, emiten rokok ITIC, emiten properti NATO, CLAY, dan emiten penyewaan rigs WOWS untuk dicermati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top