Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Danareksa Investment Management Luncurkan Reksa Dana Saham Syariah USD

PT Danareksa Investment Management (DIM) resmi meluncurkan reksa dana saham syariah berbasis efek syariah luar negeri berdenominasi dolar AS yaitu Danareksa G20 Sharia Equity Fund Dollar.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 28 November 2019  |  08:59 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor pusat PT Danareksa Investment Management (DIM), di Jakarta, Selasa (21/3). - JIBI/Endang Muchtar
Karyawan beraktivitas di kantor pusat PT Danareksa Investment Management (DIM), di Jakarta, Selasa (21/3). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — PT Danareksa Investment Management (DIM) resmi meluncurkan reksa dana saham syariah berbasis efek syariah luar negeri berdenominasi dolar AS yaitu Danareksa G20 Sharia Equity Fund Dollar.

Direktur Utama DIM Marsangap P. Tamba mengatakan sejak 2016 hingga akhir 2018 pertumbuhan reksa dana syariah berbasis efek syariah luar negeri naik signifikan sebesar 898% menjadi Rp9 triliun dari sebelumnya Rp901 miliar.

“Angka tersebut menunjukan minat investor Indonesia yang sangat besar namun di sisi lain kami melihat jumlah produk yang ditawarkan untuk saat ini masih sangat terbatas, sehingga investor tidak diberikan banyak pilihan. Berdasarkan kondisi itulah DIM akhirnya membentuk Danareksa G20 Sharia Equity Fund Dollar,” ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (27/11/2019).

Adapun tema saham-saham syariah di negara kelompok 20 (G20) dipilih karena PDB negara-negara G20 menyumbang sekitar 83% dari PDB dunia. Tak hanya itu, sekitar 75% dari perdagangan dunia juga berasal dari negara-negara G20. 

Hal ini, lanjut Marsangap, juga didukung oleh potensi geografis dan demografis yang mana luas negara-negara yang tergabung dalam G20 merupakan 60,8% dari luas total daratan dunia dengan jumlah penduduk 64,3% penduduk dunia. 

“Yang kedua, tentunya tema yang kita pilih juga berbeda dengan produk yang sudah ada,” imbuh Marsangap.

Adapun melihat pergerakan pasar saham dunia yang mana ada kalanya pergerakan saham di negara maju dan negara berkembang tak sejalan, Danareksa G20 Sharia Equity Fund Dollar akan menjadi perpaduan yang dapat memberikan kesempatan berinvestasi pada kedua jenis kelompok negara tersebut secara bersamaan. 

Diharapkan, produk ini juga sekaligus memecahkan masalah adanya risiko arus modal keluar (capital outflow) dari negara maju ke emerging market maupun sebaliknya.

Lebih lanjut, dalam mengelola Danareksa G20 Sharia Equity Fund Dollar, DIM bekerja sama dengan Invesco Asset Management Limited, UK sebagai penasihat investasi (technical advisor) yang merupakan bagian dari Invesco Ltd.

Invesco Ltd. merupakan perusahaan manajer investasi dan penyedia jasa penasihat investasi yang berkantor pusat di Amerika Serikat dengan pengalaman 40 tahun dan total dana kelolaan dari seluruh kantor regional sebesar US$1,1 triliun atau kurang lebih Rp16.700 Triliun.

Dari sisi strategi pengelolaan, produk ini akan dikelola secara aktif untuk mendapatkan alpha dari portofolio yang terkonsentrasi (high conviction).   

“Untuk produk ini, kami menargetkan investor ritel dan institusi yang memiliki eksposur di dolar AS dan menginginkan imbal hasil maksimal dalam jangka panjang. Oleh karena itu, selain melakukan pemasaran secara langsung kepada client DIM, rencananya kami juga akan menggandeng beberapa mitra Agen Penjual, baik Bank, tekfin, maupun Sekuritas,” lanjut Marsangap.

Adapun produk anyar ini diperkirakan bisa mencatatkan dana kelolaan hingga US$100 juta sampai akhir 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top