Bursa Eropa Perpanjang Reli Hari Keempat Berturut-turut

Harapan bahwa pembicaraan dagang antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China akan menghasilkan kesepakatan terus menopang bursa Eropa memperpanjang relinya untuk perdagangan hari keempat berturut-turut.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 November 2019  |  06:58 WIB
Bursa Eropa Perpanjang Reli Hari Keempat Berturut-turut
Indeks Bursa Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harapan bahwa pembicaraan dagang antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China akan menghasilkan kesepakatan terus menopang bursa Eropa memperpanjang relinya untuk perdagangan hari keempat berturut-turut.

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 Eropa ditutup naik 0,3 persen pada perdagangan Rabu (27/11/2019) setelah Presiden AS Donald Trump berkomentar bahwa pemerintah AS tengah berada di tahap akhir menuju tercapainya kesepakatan dagang dengan China.

Indeks saham utama di bursa AS juga memperbarui rekornya pada perdagangan Rabu.

“Komentar Trump jelas sedikit mengerek pasar Eropa,” ujar Simona Gambarini, ekonom pasar di Capital Economics, seperti dikutip dari Reuters.

“[Namun] sejauh ini pergerakan cenderung sepi karena kita telah mendengar komentar serupa sebelumnya dan mereka belum benar-benar membawanya ke dalam sesuatu yang lebih konkret dan pelaku pasar masih agak skeptis tentang perdagangan,” sambungnya.

Optimisme perdagangan telah membantu indeks Stoxx naik sekitar 1,5 persen dalam pekan yang relatif lancar. Volume perdagangan pada indeks Stoxx 600 jauh di bawah rata-rata harian jangka panjang pada hari Rabu menjelang libur Thanksgiving di AS pada Kamis (28/11/2019).

Indeks saham acuan Eropa itu diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi pada akhir tahun depan, menurut survei Reuters, didukung oleh kebijakan moneter yang longgar dan harapan Brexit dengan kesepakatan.

Turut mendorong penguatan Stoxx pada perdagangan Rabu (27/11) adalah penguatan saham Deutsche Telekom sebesar 1,3 persen.

Sektor telekomunikasi pun menjadi sub-sektor si Eropa berkinerja terbaik dengan kenaikan lebih dari 1 persen.

Di antara indeks negara utama, indeks saham di Jerman unggul dengan kenaikan 0,4 persen, mengabaikan indikator data ekonomi yang lemah dari China.

Adapun indeks FTMIB Italia tergelincir setelah kenaikan dua hari dan indeks CAC 40 Prancis membukukan sedikit koreksi.

Sementara itu, dorongan terbesar untuk indeks acuan adalah saham British American Tobacco, yang naik 3 persen setelah menaikkan perkiraan pendapatan setahun full year, bahkan ketika mengatakan perlambatan pasar rokok elektrik di AS akan menyebabkan pertumbuhan pendapatan yang lebih rendah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, bursa eropa

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top