Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rupiah Melemah Tipis pada Awal Perdagangan

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah hanya 2 poin ke level Rp14.090 per dolar AS pada pukul 08.07 WIB.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 27 November 2019  |  08:46 WIB
Karyawan bank memperlihatkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga
Karyawan bank memperlihatkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Rabu (27/11/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah hanya 2 poin ke level Rp14.090 per dolar AS pada pukul 08.07 WIB.

Sebelumnya, rupiah dibuka melemah 1 poin ke level Rp14.089 per dolar AS. Pada perdagangan Selasa (26/11/2019), nilai tukar rupiah ditutup melemah 2 poin atau 0,01 persen di posisi Rp14.088 per dolar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim memprediksi rupiah kemungkinan masih akan melemah tipis akibat gesekan eksternal dan internal yang cukup kuat, yaitu di kisaran Rp14.055 per dolar AS hingga Rp14.112 per dolar AS.

Ia mengatakan bahwa rupiah mendapatkan tekanan dari komentar Ketua The Fed Jerome Powell yang mengisyaratkan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuan dan tidak melakukan pemangkasan lagi.

“The Fed sangat berkomitmen untuk menargetkan tingkat inflasi AS sebesar 2 persen, Powell mengatakan dalam pidato Selasa dini hari (26/11),” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa (26/11/2019).

Namun, Powell mencatat bahwa inflasi telah berjalan jauh di bawah target 2019 meskipun ada tiga pemotongan suku bunga selama empat bulan terakhir. Seperti yang diketahui, Bank Sentral AS telah memangkas suku bunga acuan seperempat poin ke kisaran yang ditargetkan pada 1,5 persen -1,75 persen pada pertemuan Oktober.

Proyeksi tidak adanya pemangkasan suku bunga acuan AS menjadi sentimen negatif bagi rupiah karena dengan pemangkasan suku bunga maka dolar AS akan bergerak melemah sehingga menjadi potensi rupiah untuk menguat.

Di sisi lain, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang lainnya terpantau menguat 0,048 poin atau 0,05 persen ke level 98,300 pada pukul 08.04 WIB.

Indeks dolar AS sebelumnya dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,046 poin atau 0,05 persen ke level 98,298, setelah pada akhir perdagangan Selasa (26/11) ditutup melemah 0,071 poin atau 0,07 persen ke level 98,252.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top