Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aksi Merger & Akuisisi Ramaikan Pasar

Pekan ini dibuka dengan lebih dari US$70 miliar perjanjian merger dan akuisisi (M&A), yang dimulai dengan pengambil alihan saham TD Ameritrade Holding Corp. senilai US$26 miliar oleh pialang online Charles Schwab Corp.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 26 November 2019  |  16:37 WIB
Merger - Ilustrasi
Merger - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Hiruk-pikuk buyout meramaikan Tokyo, Paris, hingga San Fransisco mendorong saham global memecahkan rekor reli terbarunya.

Pekan ini dibuka dengan lebih dari US$70 miliar perjanjian merger dan akuisisi (M&A), yang dimulai dengan pengambil alihan saham TD Ameritrade Holding Corp. senilai US$26 miliar oleh pialang online Charles Schwab Corp.

Di samping itu, transaksi bernilai jutaan dolar yang melibatkan raksasa produsen barang mewah LVMH, produsen obat-obatan Swiss Novartis AG dan konglomerat Jepang Mitsubishi Corp mengirim MSCI World Index ke level tertinggi sepanjang masa.

Meskipun aksi korporasi di atas tidak memiliki tema senada, mulai dari konsolidasi industri hingga diversifikasi pendapatan untuk menghindari pasar yang lesu, satu benang merah yang saling menghubungkan adalah pengakuisisi memanfaatkan momen pembiayaan yang lebih murah di saat bank sentral bergeser ke mode stimulus.

Berkurangnya kekhawatiran resesi global dan tanda-tanda tentatif dari kemajuan dalam perundingan perdagangan AS-China mungkin memberi para eksekutif kepercayaan diri untuk menarik pelatuknya.

"Ledakan M&A baru-baru ini mencerminkan optimisme ekonomi yang tidak dapat disangkal," kata Brock Silvers, direktur pelaksana di Adamas Asset Management, Hong Kong, dikutip melalui Bloomberg, Selasa (26/11/2019).

Menurutnya, Amerika kini menikmati inflasi dan tingkat pengangguran yang rendah, sedangkan The Fed terlihat dovish, dan perundingan perdagangan dikabarkan mendekati kesuksesan awal.

"Pada saat yang sama, kondisi ini menciptakan modal investasi yang menumpuk dan murah," tambahnya.

Indeks S&P 500, Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite Index ditutup pada Senin (25/11/2019), waktu setempat, sedangkan Stoxx Europe 600 mencapai level yang belum pernah terlihat sejak Mei 2015.

Indeks Topix Jepang menyentuh titik tertinggi 2019 selama perdagangan Selasa (26/11/2019), sebagian dibantu oleh lonjakan sebesar 17% pada Hitachi Chemical Co, setelah saingannya yang lebih besar, Showa Denko K.K., mengincar unit bisnis  bahan kimia Hitachi.

"Mengingat biaya pembiayaan yang rendah, mengejutkan bahwa belum ada perjanjian merger dan akuisisi tambahan," kata Rhett Kessler, manajer dana senior di Pengana Capital Group Ltd. yang berbasis di Sydney.

Dalam putaran pelonggaran moneter untuk mendukung pertumbuhan, The Fed dan Bank Sentral Eropa telah memulai kembali ekspansi di neraca mereka, di mana biaya pinjaman, mulai dari imbal hasil obligasi hingga premi obligasi dan nilai tukar turun tahun ini.

Menurut data yang dikumpulkan Bloomberg, sepanjang Senin (25/11/2019), tercatat setidaknya 10 perjanjian merger dan akuisisi senilai US$1 miliar atau lebih.

Sejauh ini, hampir US$2,7 triliun kesepakatan telah dicapai secara global, sepanjang tahun ini, di mana gelombang merger sekarang diperkirakan akan berlangsung lama dan berlanjut hingga 2020.

Menurut Tara Lachapelle, kolumnis Bloomberg Opinion, keuletan pasar M&A, dalam menghadapi perang dagang dengan China, serangkaian writedown dan merger yang terkait dengan profil tinggi serta kemungkinan pemakzulan Donald Trump, sangat menakjubkan.

Indeks yang mengukur kepercayaan diri CEO, yang sering dianggap sebagai indikator pasar M&A, merosot ke level yang lebih rendah sejak 2016.

Akan tetapi, indeks S&P 500 menyentuh rekor baru tertingginya dan kelipatan Ebitda tetap meningkat.

"Sementara itu, para bankir meraup miliaran dolar AS komisi meskipun sebelumnya aksi merger dan akuisisi diperkirakan akan melemah tahun ini. Mereka yang mendapat porsi terbesar adalah Goldman Sachs Group Inc., JP Morgan Chase & Co. dan Morgan Stanley," tulis Lachapelle.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Merger & Akuisisi
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top