Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Melemah 0,46 Persen Sepanjang Pekan 18-22 November 2019

Dominasi sentimen global berupa ketidakpastian mengenai penandatanganan kesepakatan dagang 'fase satu' antara pemerintah Amerika Serikat dan China, di antaranya, masih menyeret IHSG memperpanjang koreksi secara mingguan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 25 November 2019  |  06:22 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/10/2019).  - Antara/Nova Wahyudi
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/10/2019). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara mingguan berlanjut pada sepanjang pekan 18-22 November 2019.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Bisnis.com, Senin (25/11/2019), IHSG menyentuh level 6.100,24 dengan pelemahan 0,46 persen pada penutupan perdagangan Jumat (22/11/2019) dari level penutupan perdagangan pekan sebelumnya.

Sepanjang perdagangan pekan yang berakhir pada Jumat (15/11/2019), IHSG juga mencatat kinerja negatif ke level 6.128,34 dengan pelemahan 0,80 persen (lihat tabel).

Dominasi sentimen global berupa ketidakpastian mengenai penandatanganan kesepakatan dagang 'fase satu' antara pemerintah Amerika Serikat dan China, di antaranya, masih menyeret IHSG memperpanjang koreksi secara mingguan.

Volume perdagangan saham sepanjang 18-22 November 2019 mencapai 44,88 miliar lembar saham, dengan nilai Rp31,22 triliun.

Perolehan nilai tersebut lebih rendah dibandingkan dengan periode pekan sebelumnya (11-15 November 2019) yang mencapai Rp32,42 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 48,1 miliar lembar.

Adapun nilai kapitalisasi pasar sepanjang periode 18-22 November mencatatkan penurunan sekitar 0,43 persen menjadi Rp7.017,82 triliun dari Rp7.048,58 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Tujuh dari 10 sektor pada indeks sektoral membukukan kinerja negatif sepanjang pekan lalu, dipimpin industri dasar (-2,75 persen) dan properti (-2,61 persen). Tiga sektor lainnya mampu menguat dipimpin oleh pertanian yang naik 1,83 persen.

Seiring dengan pelemahan IHSG, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai sekitar Rp566 miliar sepanjang pekan 18-22 November.

Aksi beli saham tercatat hingga 4,42 miliar lembar senilai Rp10,76 triliun, sedangkan aksi jual investor asing mencapai 4,58 miliar lembar saham dengan nilai Rp11,32 triliun.

Berbanding terbalik dengan IHSG, indeks Bisnis-27 mampu bangkit ke level 540,61 dengan kenaikan 0,26 persen pada penutupan perdagangan 22 November dari posisi 539,21 dengan pelemahan 0,79 persen pada penutupan perdagangan 15 November.

Kinerja IHSG secara mingguan

Periode

Level

Perubahan (persen)

18-22 November

6.100,24

-0,46

11-15 November

6.128,34

-0,80

4-8 November

6.177,99

-0,47

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top