Jelang Akhir Masa Penawaran, Pemesanan Sukuk Tabungan ST006 Capai Rp1,32 Triliun

Instrumen surat berharga negara (SBN) ritel terakhir pada tahun ini yakni sukuk tabungan (ST) seri ST006 memiliki kupon sebesar 6,75%.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 20 November 2019  |  16:08 WIB
Jelang Akhir Masa Penawaran, Pemesanan Sukuk Tabungan ST006 Capai Rp1,32 Triliun
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Lucky Alfirman (Kanan) berbincang dengan Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Dwi Irianti Hadiningdyah (kiri) saat meluncurkan Sukuk Tabungan ST-003 di Jakarta, Jumat (1/2/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Pemesanan instrumen suku tabungan seri ST006 mencapai Rp1,32 triliun jelang masa akhir penawaran.

Dikutip dari laman Investree, Rabu (20/11/2019), penawaran berjalan sejak 1 November hingga 21 November 2019. Dalam sepekan, Rp1,32 triliun masuk ke instrumen surat utang ritel bertenor 2 tahun itu dari target pemesanan Rp1 triliun.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), instrumen SBN ritel ke-10 di tahun ini merupakan instrumen tanpa warkat yang tidak dapat diperdagangkan dan tidak dapat dicairkan kecuali saat jatuh tempo dan pada masa pencairan awal. Masa pencairan awal maksimal sebesar 50% dari total pembelian pada 20 Oktober hingga 4 November 2020.

Adapun, pembayaran kupon pertama akan dibayarkan pada 10 Januari 2020 dan akan dilakukan setiap bulan hingga jatuh tempo pada 10 November 2021. Pembelian ST006 bisa dilakukan senilai Rp1 juta dan maksimum Rp3 miliar.

Instrumen surat berharga negara (SBN) ritel terakhir pada tahun ini yakni sukuk tabungan (ST) seri ST006 memiliki kupon sebesar 6,75%.

Tercatat, pada tahun ini nilai SBN ritel yang akan jatuh tempo mencapai Rp51 triliun. Di sisi lain, jumlah penerbitan SBN ritel baru mencapai Rp48,2 triliun dari sembilan kali penawaran yang telah dilakukan.

Dengan demikian, masih tersisa sekitar Rp2,6 triliun yang seharusnya dipenuhi dari penerbitan ST006 sehingga Pemerintah bisa menutup SBN ritel yang jatuh tempo pada tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top