Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Walt Disney Dongkrak Dow Jones Cetak Rekor

Saham Walt Disney berhasil mengangkat indeks Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor level penutupan tertingginya pada perdagangan Rabu (13/11/2019), di tengah bayangan ketidakpastian kesepakatan dagang Amerika Serikat dan China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 November 2019  |  06:49 WIB
Walt Disney - ilustrasi
Walt Disney - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Saham Walt Disney berhasil mengangkat indeks Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor level penutupan tertingginya pada perdagangan Rabu (13/11/2019), di tengah bayangan ketidakpastian kesepakatan dagang Amerika Serikat dan China.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup naik 0,07 persen atau 2,2 poin di level 3.094,04 dan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir menguat 0,33 persen di posisi 27.783,59.

Meski demikian, indeks Nasdaq Composite turun tipis 0,05 persen atau 3,99 poin dan ditutup di level 8.482,10.

Saham Walt Disney melonjak 7,3 persen setelah perusahaan media ini mengatakan layanan streaming barunya, Disney+, telah mencapai 10 juta pendaftaran sejak diluncurkan pada hari sebelumnya. Saham Disney memberikan dorongan terbesar bagi Dow Jones dan S&P 500.

Ketiga indeks saham acuan AS itu sempat kompak bergerak ke posisi lebih tinggi pada perdagangan Rabu setelah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral AS ini melihat "ekspansi berkelanjutan" untuk ekonomi Negeri Paman Sam.

Namun keraguan tentang perjanjian awal untuk membantu menyelesaikan sengketa perdagangan AS-China tetap menjadi penekan utama.

Pada Rabu (13/11), Wall Street Journal melaporkan bahwa negosiasi perdagangan AS-China telah menyenggol seputar pembelian produk pertanian. Ini menjadi perkembangan terakhir dalam perselisihan antara kedua negara yang telah mengguncang pasar selama lebih dari setahun.

Berselang sehari sebelumnya, Trump mengatakan tim perunding AS dan China hampir mencapai kesepakatan perdagangan "fase satu". Namun Trump juga menegaskan retorika tentang "kecurangan" China mengenai perdagangan.

“Ini masih tentang China dan investor mencoba untuk memutuskan apakah akan ada kesepakatan atau tidak,” tutur Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments.

"Hal itu benar-benar membuat investor tidak yakin. Mereka tidak ingin melakukan penjualan karena kemungkinan kesepakatan yang diumumkan, tetapi mereka juga tidak ingin mendapatkan tertekan kekecewaan atas hal itu,” tambahnya.

Ketegangan perdagangan AS-China dipandang sebagai ketidakpastian utama pasar selama ini. Harapan kesepakatan perdagangan "fase satu" antara dua negara berekonomi terkuat di dunia itu telah menjadi faktor utama yang mendukung penguatan saham.

Faktor penguat lain adalah penurunan suku bunga oleh Federal Reserve, rilis laporan laba korporasi untuk kuartal ketiga yang lebih baik daripada ekspektasi, dan tanda-tanda bahwa ekonomi mungkin telah mencapai titik terbawahnya.

Selain isu AS-China, investor juga mencermati perkembangan geopolitik termasuk proses penyelidikan pemakzulan Trump dan aksi protes di Hong Kong.

Pergerakan Bursa Wall Street 13 November

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

27.783,59

+0,33

S&P 500

3.094,04

+0,07

Nasdaq

8.482,10

-0,05

Sumber: Reuters

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street perang dagang AS vs China
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top