Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurs Jisdor Melemah ke Rp14.082, Rupiah Terdepresiasi di Pasar Spot

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.082 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (13/11/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 November 2019  |  11:02 WIB
Ilustrasi uan tunai rupiah. (Antara)
Ilustrasi uan tunai rupiah. (Antara)

Bisnis.com, JAKARTA – Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.082 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (13/11/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.082 per dolar AS, melemah 23 poin atau 0,16 persen dari posisi Rp14.059 pada Selasa (12/11/2019).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 28 poin atau 0,2 persen ke level Rp14.082 per dolar AS pada pukul 10.33 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Rupiah sebelumnya dibuka di zona merah dengan pelemahan 16 poin atau 0,11 persen ke level Rp14.082 per dolar AS.

Adapun pada akhir perdagangan kemarin, Selasa (12/11), rupiah ditutup menguat 13 poin atau 0,09 persen ke level Rp14.054 per dolar AS.

Dilansir Bloomberg, rupiah anjlok ke level terlemah dalam tiga minggu karena kekhawatiran bahwa pembicaraan perdagangan AS-China menghambat minat terhadap aset emerging market.

Analis makro di DBS Bank, Chang Wei Liang, mengatakan pelemahan marjinal dalam nilai tukar rupiah selama beberapa hari terakhir ini sesuai dengan harapan, dengan volatilitas tertahan menjelang testimony Gubernur The Fed, Jerome Powell.

“Prospek untuk pasar negara berkembang dan dolar AS akan tergantung pada bagaimana Powell menggambarkan ekonomi AS, dan jika rintangan terhadap penurunan suku bunga lebih lanjut diangkat,” ungkapnya, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, Divya Devesh, kepala analis valas di Asean dan Asia Selatan untuk Standard Charterd Bank, mengatakan kondisi eksternal masih menguntungkan untuk rupiah di tengah pelemahan tekanan inflasi global dan tingkat suku bunga yang rendah.

“Namun, defisit transaksi berjalan yang relatif luas cenderung menahan laju penguatan nilai tukar rupiah,” lanjutnya.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau menguat 0,017 poin atau 0,02 persen ke level 98,326 pada pukul 10.23 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,021 poin atau 0,02 persen ke level 98,330, setelah pada akhir perdagangan Selasa (12/11) ditutup menguat 0,109 poin atau 0,11 persen ke level 98,309.

Meskipun melemah tipis, dolar AS masih bertahan dalam tren positif setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan perdagangan dengan China semakin dekat tetapi tidak memberikan rincian baru pada negosiasi perdagangan.

Harapan untuk kesepakatan segera untuk membatalkan tariff impor kedua negara lain telah mengangkat dolar AS hingga 1 persen pekan ini ke level tertinggi satu bulan di 98,423 pada Selasa (12/11).

Pidato Trump semalam di Economic Club of New York memunculkan kembali kritik terhadap Federal Reserve AS karena gagal memangkas suku bunga cukup dalam dan retorika tentang "kecurangan" Chinadalam perdagangan.

Namun dia mengatakan kesepakatan "bisa segera terjadi," yang cukup mencegah dolar AS tergelincir.

"(Dolar) tertuju pada retorika dan detail ringan, membuat pelaku pasar tidak lebih bijaksana," kata analis valas senior di National Australia Bank, Rodrigo Catril, seperti dikutip Reuters.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)
TanggalKurs
13 November14.082
12 November14.059
11 November14.040
8 November14.020
7 November14.040

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jisdor
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top