Proyek Pondok Indah Mall 3 Topping Off November

Proyek tersebut merupakan gabungan antara area komersil Pondok Indah Mall 3 (PIM 3) beserta dengan area perkantoran Pondok Indah Office Tower 5 (PIOT 5).
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  20:28 WIB
Proyek Pondok Indah Mall 3 Topping Off November
Anak-anak bermain di wahana musim dingin Snow Storm yang dihadirkan untuk merayakan Lebaran dan musim libur sekolah 2019 oleh Pondok Indah Mall (PIM), Jakarta. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Metropolitan Kentjana Tbk. akan melakukan topping off untuk proyek mix used teranyarnya pada November. 

Wakil Direktur Utama Metropolitan Kentjana Jeffri Tanudjaja meyebutkan proyek tersebut merupakan gabungan antara area komersil Pondok Indah Mall 3 (PIM 3) beserta dengan area perkantoran Pondok Indah Office Tower 5 (PIOT 5).

Emiten berkode saham MKPI itu setidaknya merogoh kocek sebesar Rp2,1 triliun untuk membangun proyek properti tersebut. Jeffri mengatakan jika perseroan menargetkan mall dan area perkantoran akan mulai beroperasi pada 2020.

“Kami rencana operasi di akhir 2020. Untuk rencana topping off office tower dan mal kami perkirakan bulan depan dapat dilakukan,” katanya kepada Bisnis, Jum’at (4/9).

MKPI rencananya membangun sekitar 55.000 meter persegi untuk area mal. Plus, area perkantoran setinggi 20 lantai. MKPI akan menyewakan area perkantoran di kisaran Rp230.000 per meter persegi per bulan.

Jeffri mengtakan tingkat okupansi untuk mal dan area perkantoran sudah mencapai 70%. Namun, dia enggan menyebutkan angka pasti yang telah diterima oleh perseroan sebab marketing sales masih berlangsung sampai saat ini.

“Pemasaran sudah kami lakukan dan response sejauh ini bagus. [Tingkat okupansi] sudah mendekati 70%, nilai pemasukan masih hit terus,” katanya.

Jeffri mengtakan kemungkinan pendapatan perseroan akan mulai menanjak pada 2021 seiring beroperasinya mal dan kantor anyar itu. Namun, dia belum mau mengungkapkan target penambahan pendapatan secara detil.

Sebagai informasi, PIM 3 dan PIOT 5 bagian dari superblok Pondok Indah Town Center seluas 45 hektar di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Proyek anyar tersebut akan terhubung dengan bangunan eksisting lainnya melalui terowongan yang menghubungkan PIM 3 dengan PIM 2, dan InterContinental Hotel.

Pada semester I/2019 kemarin perseroan mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 30,38% menjadi Rp837,43 miliar. Sementara itu, pada periode yang sama tahun lalu, MKPI mampu mencetak Rp1,19 triliun.

Pendapatan MKPI utamanya disumbang oleh sektor recurring sebesar 78% atau setara dengan Rp657 miliar. Segmen pusat perbelanjaan menjadi kontributor utama sebesar Rp426,18 miliar, kemudian segmen perkantoran Rp118,56 miliar. Urutan ketiga ialah segmen apartemen segmen Rp67,11 miliar.

Sementara sektor non-recurring hanya menyumbang sekitar Rp180 miliar atau 22% dari total pendapatan. Penjualan tanah dan bangunan menyumbang Rp76,66 miliar, lalu segmen listrik, air dan gas menyumbang Rp49,82 miliar. Segmen makanan, minuman dan lain-lain mampu menyumbang Rp42,59 miliar.

Oleh karena itu, pendapatan menyusut, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pun terkoreksi 53,76% menjadi Rp258,32 miliar. Adapun laba per saham dasar MKPI tercatat sebesar Rp272,34.

Selain kinerja fundamental yang kurang moncer, pergerakan saham MKPI selama tahun berjalan juga telah terkoreksi 26,78% menjadi Rp16.475 per saham. Pada perdagangan hari ini Jum’at (4/9), MKP juga terkoreksi tipis 0,60%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
metropolitan kentjana

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top