Akhir Sesi I, Pelemahan IHSG Makin Dalam

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (1/10/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  13:00 WIB
Akhir Sesi I, Pelemahan IHSG Makin Dalam
Nasabah mengamati pergerakan indeks harga saham gabungan di sebuah bank, di Jakarta, Senin (25/7). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (1/10/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,57 persen atau 35,61 poin ke level 6.161,27 pada akhir sesi I, setelah dibuka melemah 0,08 persen atau 5,12 poin ke level 6.163,98 dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (30/9), IHSG ditutup melemah 0,45 poin atau 27,79 poin ke level 6.169,1. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.157,68-6.176,61.

Tujuh dari sembilan sektor menetap di zona merah pada akhir sesi I, dipimpin infrastruktur yang turun 1,01 persen, disusul sektor industri dasar yang melemah 0,85 persen. Di sisi lain, sektor barang konsumsi dan finansial menguat masing-masing 0,14 persen dan 0,02 persen.

Sebanyak 161 saham menguat, 193 saham melemah, dan 301 saham stagnan dari 656 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang masing-masing turun 2,09 persen dan 7,04 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen pada September 2019 mengalami deflasi sebesar 0,27 persen. Posisi ini lebih rendah dari deflasi Agustus 2019 sebesar 0,68%,

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas secara umum menunjukkan adanya penurunan sehingga membuat IHK September mengalami deflasi.

"Dengan deflasi 0,27% ini maka inflasi tahun kalender Januari-September sebesar 2,20% sedangkan inflasi tahunan [yoy] itu adalah 3,39%," katanya saat menggelar jumpa pers Selasa (1/10/2019).

Menurutnya, dengan inflasi yoy yang di bawah target, maka inflasi hingga akhir tahun diperkirakan terkendali. Dari 82 kota yang disurvei, 70 kota mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi di Sibolga dan terendah di Surabaya, sedangkan 12 kota mengalami inflasi di mana inflasi tertinggi di Meulaboh dan terendah di Watampone dan Palopo.

Sejalan dengan IHSG, Jakarta Islamic Index melemah 0,84 persen atau 5,79 poin ke level 6880,13 pada akhir sesi I, sedangkan idneks Bisnis-27 melemah 0,47 persen atau 2,53 poin ke level 533,58.

Mayoritas indeks saham lain di Asia cenderung menguat, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang yang masing-masing naik 0,99 persen dan 0,71 persen, sedangkan indeks Kospi menguat 0,28 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top