Baru 3 Hari Masuk Bursa, Saham NZIA Sudah Melesat 134 Persen

Harga saham PT Nusantara Almazia Tbk. (NZIA) sudah naik 134,09 persen dalam 3 hari atau sejak IPO.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 27 September 2019  |  18:07 WIB
Baru 3 Hari Masuk Bursa, Saham NZIA Sudah Melesat 134 Persen
Karyawan memantau pergerakan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan manajer investasi, di Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Sejak resmi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, saham emiten anyar PT Nusantara Almazia Tbk. (NZIA) terkena auto rejection atas (ARA) tiga hari berturut-turut.

NZIA listing di BEI pada Rabu (25/9/2019) dengan harga initial public offering (IPO) Rp220 per saham. Pada hari pertama perdagangan, NZIA melesat 50% ke level Rp330 per saham.

Lonjakan harga saham NZIA berlanjut pada dua hari berikutnya. Pada Kamis (26/9/2019), NZIA melompat 24,85% ke level Rp412 dan naik 25% ke level Rp515 per saham pada akhir perdagangan hari ini. Dengan demikian, harga saham NZIA sudah naik 134,09 persen dalam 3 hari atau sejak IPO.

ARA merupakan aturan dari BEI terkait pembatasan kenaikan maksimum dan penurunan minimum harga saham selama satu hari perdagangan supaya transaksi berjalan lancar.

Berdasarkan aturan tersebut, rentang harga saham Rp50—Rp200 akan dikenakan auto reject apabila kenaikan atau penurunan harga saham sebesar 35% dalam satu hari.

Sementara itu, untuk rentang harga saham Rp200—Rp5.000 dikenakan auto reject apabila kenaikan atau penurunan harga saham sebesar 25%, dan untuk rentang harga saham di atas Rp5.000 dikenakan auto reject apabila kenaikan atau penurunan harga saham sebesar 20%.

Direktur Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli selaku penjamin pelaksana emisi efek IPO NZIA menilai yang dialami oleh kliennya adalah hal yang positif meskipun terkena pembatasan oleh BEI. Menurutnya, investor berebut mengoleksi saham NZIA karena melihat sisi fundamental.

“Saya melihat pembatasan ini positif, karena investor kemungkinan melihat fundamental NZIA yang memiliki visi dan misi yang menarik sehubungan dengan konsep rumah subsidi dan transit oriented development [TOD],” katanya kepada Bisnis, Jumat (27/9/2019).

Kerry menambahkan sejak masa penawaran umum atau initial offering public, NZIA telah mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 2,5 kali selama masa penawaran umum.

“Kelebihan 2,5 kali dibandingkan dengan total jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 461,53 juta,” katanya.

Menurutnya, investor akan enggan melepas NZIA dengan mudah karena dalam tiga hari terakhir kerap mengalami peningkatan. Investor, lanjutnya, enggan karena harga sudah naik dan mereka percaya harga akan tetap menanjak di perdagangan berikutnya.

Sementara itu, Direktur Utama Nusantara Almazia Deddy Indrasetiawan mengatakan selain bisnis utama yaitu perumahan subsidi dan pengembangan konsep TOD.

Perseroan juga menyiapkan pos pemasukan berulang melalui pembangunan kawasan komersial. Selain kolam renang, juga akan ada sekolah untuk memfasilitasi pendidikan para penghuni.

“Rencananya di kompleks perumahan subsidi kami akan bangun kolam renang untuk recurring income. Modal yang kami siapkan sekitar Rp10 miliar untuk tahun depan,” katanya.

Pada kuartal IV/2019 perseroan menargetkan untuk menjual 300 unit rumah segmen subsidi yang menggunakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan.

“Kami target di kuartal IV/2019 menjual sekitar 300 unit rumah. Per unit kami jual sekitar Rp150 juta dengan begitu total pendapatan sekitar Rp45 miliar. Kami tidak bisa penjualan besar karena mulai di kuartal IV,” katanya.

Namun untuk tahun depan, perseroan menargetkan bisa membangun sekaligus menjual 1.400 unit – 1.500 unit rumah. Dengan begitu NZIA bisa meraup pendapatan sebesar Rp210 miliar – Rp225 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Nusantara Almazia, saham

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top