Aset Berisiko Dicari, IHSG Menguat 0,71 Persen Pada Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,71 persen atau 43,5 poin ke level 6.189,91 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan kenaikan 0,36 persen atau 22,26 poin di level 6.168,67.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 September 2019  |  12:43 WIB
Aset Berisiko Dicari, IHSG Menguat 0,71 Persen Pada Akhir Sesi I
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (26/9/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,71 persen atau 43,5 poin ke level 6.189,91 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan kenaikan 0,36 persen atau 22,26 poin di level 6.168,67.

Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bergerak di level 6.165,93 – 6.201,75. Sebelumnya, pada perdagangan Rabu (25/9), IHSG berhasil rebound ke zona hijau dan berakhir naik 0,14 persen atau 8,80 poin di level 6.146,4, mematahkan pelemahan selama empat hari beruntun sebelumnya.

Tujuh dari sembilan sektor menetap di zona hijau pada akhir sesi I, dipimpin aneka industri (+2,05 persen) dan infrastruktur (+1,21 persen). Adapun sektor industri dasar dan pertanian masing-masing turun 0,92 persen dan 0,55 persen.

Sebanyak 212 saham menguat, 151 saham melemah, dan 293 saham stagnan dari 656 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing naik 1,85 persen dan 2,13 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

Dalam risetnya, PT Sinarmas Sekuritas menyatakan IHSG berhasil bertahan di atas support 6.100 dan berpeluang mencoba resistance 6.161 dan 6.190.

“Namun, jika IHSG gagal bertahan pada support 6.100 akan menguji Support 6.080 dan 6.033. Indikator MACD mengindikasikan pola downtrend dan indikator stochastic mengindikasikan pola oversoldCandle chart membentuk pola Hammer,” tulisnya.

Di sisi lain, menurut Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya, rentang gerak IHSG dalam jangka pendek masih menunjukkan pola konsolidasi sebelum kembali melanjutkan kenaikan.

Support level masih tampak cukup kuat dan tahan uji. Hal ini tentunya ditopang oleh beberapa faktor di antaranya fundamental perekonomian yang masih kuat,” papar William dalam riset hariannya.  

Dengan demikian, momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka menengah hingga panjang. 

“IHSG diperkirakan bergerak di level 6.056 – 6.278 pada perdagangan hari ini,” tambahnya.

Mayoritas indeks saham lain di Asia juga menguat, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang yang masing-masing naik 0,54 persen dan 0,27 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong yang naik 0,15 persen.

Harapan berakhirnya konflik perdagangan AS-China serta meredanya kekhawatiran soal risiko pemakzulan (impeachment) terhadap Presiden Donald Trump mampu mengerek permintaan untuk aset-aset berisiko siang ini.

Kepada wartawan di New York pada Rabu (25/9), Trump mengatakan AS dan China tengah melakukan "pembicaraan yang baik" dan bahwa perjanjian antara kedua belah pihak dapat terjadi lebih cepat dari perkiraan.

"Setiap kali ada petunjuk positif tentang pembicaraan perdagangan, pasar menguat,” ujar William O'Loughlin, manajer portofolio di Rivkin Asset Management, Sydney, dikutip dari Reuters.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 menanjak 1,11 persen atau 5,91 poin ke level 537,62, sedangkan indeks saham syariah Jakarta Islamic Index menguat 0,65 persen atau 4,43 poin ke posisi 686,88 pada akhir sesi I.

Sementara itu, nilai tukar rupiah menguat tipis 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp14.151 per dolar AS pukul 11.46 WIB. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak fluktuatif di level 14.150-14.165.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top