Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Surat Utang Ritel: Pemesanan SBR008 Capai Rp713,68 Miliar

Tingkat kupon yang ditawarkan instrumen savings bond retail seri SBR008 sebesar 7,2%.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 12 September 2019  |  16:27 WIB
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman (kanan) bersama Direktur Surat Utang Negara Loto Srinaita Ginting dalam acara pembukaan masa penawaran SBR007 di Jakarta, Kamis (11/7/2019). - Antara
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman (kanan) bersama Direktur Surat Utang Negara Loto Srinaita Ginting dalam acara pembukaan masa penawaran SBR007 di Jakarta, Kamis (11/7/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Pemesanan instrumen savings bond retail seri SBR008 mencapai Rp713,68 miliar atau 35,68% dari batas pemesanan Rp1,28 triliun pada tujuh hari jelang berakhirnya masa penawaran.

Dikutip dari laman Investree, Kamis (12/9/2019), penawaran SBR008 telah berjalan sejak 5 September hingga 19 September 2019. Dalam sepekan, pemesanan senilai total Rp713,68 miliar masuk ke instrumen surat utang ritel bertenor 2 tahun itu.

Realisasi pemesanan SBR008 itu setara dengan sekitar 55% dari batas pemesanan Rp1,28 triliun.

Seperti diketahui, Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan dari 5,75% menjadi 5,5% pada Agustus 2019. Oleh karena itu, tingkat kupon yang ditawarkan pun sebesar 7,2%.

Tingkat kupon ini lebih rendah dibandingkan dengan instrumen yang ditawarkan instrumen SBR seri sebelumnya yakni SBR007 sebesar 7,5% dan seri ST004 dengan kupon 7,95%.

Tingkat kupon ini menjadi tingkat kupon dasar sehingga bila Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuannya, investor tetap mendapat tingkat kupon yang sama.

Penawaran SBR008 merupakan penawaran SBN ritel yang ke-8 dari rencana 10 kesempatan penawaran pada tahun ini.

Sebelumnya, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia, Ramdhan Ario Maruto mengatakan penurunan kupon tak akan mengganggu minat investor. Alasannya, investor memiliki alternatif instrumen investasi yang bisa menambah portofolio dengan nominal transaksi yang cukup terjangkau. Seperti diketahui, minimal transaksi sebesar Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar dengan tenor 2 tahun.

Pemerintah sendiri berencana melakukan 10 kali lelang sepanjang tahun ini. Hingga saat ini, dengan penawaran tujuh instrumen, Pemerintah telah mendapatkan dana sebesar Rp38,32 triliun.

“Responsnya akan cukup bagus karena semakin banyak produk (SBN ritel) keluar, masyarakat semakin mengerti produk ini,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi surat utang negara
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top