Ketegangan Perdagangan AS-China Mencair, Bursa Asia Sentuh Level Tertinggi Enam Pekan

Bursa saham Asia berada di level tertinggi dalam enam pekan terakhir pada perdagangan Kamis (12/9/2019) di tengah harapan mencairnya hubungan perdagangan AS dan China dan ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa akan memulai gelombang pelonggaran moneter.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 September 2019  |  15:28 WIB
Ketegangan Perdagangan AS-China Mencair, Bursa Asia Sentuh Level Tertinggi Enam Pekan
bursa asia

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia berada di level tertinggi dalam enam pekan terakhir pada perdagangan Kamis (12/9/2019) di tengah harapan mencairnya hubungan perdagangan AS dan China dan ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa akan memulai gelombang pelonggaran moneter.

Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik terpantau menguat 0,48 persen pada pukul 15.00 WIB, sedangkan indeks Topix dan Nikkei 225 ditutup menguat 0,72 persen dan 0,75 persen.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 menguat masing-masing 0,75 persen dan 1,08 persen. DI sisi lain, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,21 persen.

Bursa saham China menguat setelah Presiden AS Donald Trump sepakat untuk menunda kenaikan tariff tambahan pada barang-barang impor China hingga dua pekan atas permintaan Wakil Perdana Menteri China Liu He sebagai isyarat niat baik.

"Komentar Trump kemungkinan akan memberikan sedikit dorongan di pasar, tetapi itu bisa hilang besok," kata Hugh Dive, kepala investasi di Atlas Funds Management, Kamis (12/9/2019).

"Beberapa pihak di pasar bereaksi terhadap perubahan kecil dalam posisi negosiasi karena Trump bernegosiasi secara terbuka. Saya lebih khawatir tentang Brexit, karena ada beberapa rasa puas diri di UE tentang hal ini," lanjutnya, seperti dikutip Reuters.

Penundaan Trump atas tarif tambahan untuk barang-barang impor China datang satu hari setelah China mengatakan akan membebaskan 16 jenis produk AS dari tarif impor.

Dua ekonomi terbesar di dunia ini telah terkunci dalam pertempuran berkepanjangan atas praktik perdagangan China yang telah membangkitkan momok resesi global.

Sikap niat baik meningkatkan harapan bahwa kedua belah pihak dapat mempersempit perbedaan keduanya sebelum pembicaraan tingkat kerja dilanjutkan pada pertengahan September dan negosiasi perdagangan tingkat tinggi yang diperkirakan dilakukan pada bulan Oktober.

Investor juga menantikan pertemuan ECB pada hari Kamis untuk melihat seberapa jauh pembuat kebijakan akan mendukung ekonomi yang lesu, mengingat adanya risiko yang ditimbulkan oleh Brexit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top