Sempat Berbalik Melemah, IHSG akhirnya Ditutup di Zona Hijau

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,17 persen atau 10,46 poin ke level 6.336,67, setelah dibuka dengan kenaikan 0,09 persen atau 5,51 poin di level 6.331,73.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 September 2019  |  16:23 WIB
Sempat Berbalik Melemah, IHSG akhirnya Ditutup di Zona Hijau
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (10/9/2019), meskipun sempat berbalik ke zona merah.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,17 persen atau 10,46 poin ke level 6.336,67, setelah dibuka dengan kenaikan 0,09 persen atau 5,51 poin di level 6.331,73.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.311,34-6.342,01. Adapun pada perdagangan Senin (9/9), IHSG berakhir menguat 0,27 persen atau 17,26 poin di level 6.326,21, penguatan hari perdagangan keempat beruntun.

Lima dari sembilan sektor menetap di zona hijau, dipimpin sektor properti (+1,06 persen) dan pertanian (+0,69 persen). Di sisi lain, empat sektor lainnya menetap di zona merah, dipimpin sektor perdagangan yang turun 0,94 persen.

Sebanyak 203 saham menguat, 204 saham melemah, dan 244 saham stagnan dari 651 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang masing-masing naik 2,65 persen dan 1,08 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

Di sisi lain, saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) dan PT Semen Indonesia Tbk.(SMGR) yang masing-masing turun 12,50 persen dan 4,28 persen menjadi penekan sekaligus membatasi kenaikan IHSG.

Indeks saham lainnya di Asia bergerak mayoritas melemah hari ini, terbebani oleh bursa China dengan indeks CSI300 ditutup turun 0,3 persen ke level 3.959,27, sedangkan indeks Shanghai Composite ditutup melemah 0,1 persen ke level 3.021,20.

Di sisi lain, kedua bursa saham utama Jepang, Topix dan Nikkei 225, ditutup menguat masing-masing 0,44 persen dan 0,35 persen.

Sebagian besar bursa saham Asia terbebani oleh bursa China menyusul data harga pabrikan yang melemah pada laju tercepat dalam tiga tahun.

Dilansir reuters, indeks harga produsen China turun 0,8 persen pada Agustus dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, sekaligus penurunan tertajam sejak Agustus 2016 menyusul pelemahan permintaan di dalam dan luar negeri.

Data tersebut mendorong bursa saham China melemah, dengan indeks CSI300 ditutup turun 0,3 persen ke level 3.959,27, sedangkan indeks Shanghai Composite ditutup melemah 0,1 persen ke level 3.021,20.

"Tekanan inflasi global tetap lemah, jadi dalam hal itu China tidak terpisahkan," kata Sean Darby, analis ekuitas global di Jefferies, seperti dikutip Reuters.

“Orang-orang memposisikan sangat bearish, tetapi saya pikir pasar tidak ingin menjadi terlalu bearish. Imbal hasil obligasi berbalik. Pasar sedikit lebih tidak yakin tentang ekspektasi terhadap bank sentral, karena banyak pelonggaran sudah ditentukan,” lanjutnya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 18 poin atau 0,13 persen ke level Rp14.053 per dolar AS setelah bergerak pada kisaran Rp14.026-Rp14.055 per dolar AS.

Saham-saham pendorong IHSG:
KodePerubahan (persen)

BBNI

+2,65

BMRI

+1,08

TPIA

+1,65

BRPT

+2,86

Saham-saham penekan IHSG:
KodePerubahan (persen)

EMTK

-12,5

SMGR

-4,28

TOWR

-7,3

SMMA

-2,66

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top