Tawarkan Saham Perdana Mulai 3 September, Ini Skema IPO Bhakti Agung Propertindo

Setelah mengantongi pernyataan efektif dari OJK untuk melantai di BEI pada 30 Agustus 2019, PT Bhakti Agung Propertindo Tbk. (BAPI) akan melaksanakan masa penawaran umum saham perdana selama 5 hari kerja mulai 3-9 September 2019.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 03 September 2019  |  06:14 WIB
Tawarkan Saham Perdana Mulai 3 September, Ini Skema IPO Bhakti Agung Propertindo
Siluet karyawan melintas di dekat logo IDX Indonesia Stock Exchange, di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Rabu (13/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA- Setelah resmi mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia pada 30 Agustus 2019, PT Bhakti Agung Propertindo Tbk. (BAPI) akan melaksanakan masa penawaran umum saham perdana selama 5 hari kerja mulai 3-9 September 2019.

Dalam keterbukaan informasi di PT Kustodian Efek Indonesia (KSEI) tertanggal 2 September 2019, disampaikan bahwa BAPI akan melepaskan sebanyak 1.677.522.000 unit saham. Adapun harga penawaran umum perdana (initial public offering / IPO) ini sebesar Rp150 per saham dengan nilai nominal saham Rp50.

Perusahaan properti ini secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 1.342.017.600 Waran Seri I yang menyertai saham yang ditawarkan atau sebesar 34,3% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO.

Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insetif kepada para pemegang saham yang ditawarkan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan.

Setiap pemegang 100 saham yang ditawarkan berhak memperoleh 80 Waran seri I di mana setiap satu Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham biasa yang akan dikeluarkan dari portepel perseroan. Waran Seri I ini mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama 3 tahun.

Selanjutnya disampaikan bahwa masa penjatahan saham akan dilakukan pada 11 September diikuti dengan masa pengembalian uang pemesanan sekaligus masa distribusi saham dan waran secara elektronik pada 13 September.

Pencatatan saham dan waran pada BEI akan dilakukan tiga hari kemudian pada 16 September yang juga sekaligus menjadi masa awal perdagangan Waran Seri I. Periode pelaksanaan waran seri I akan dilakukan selama 16 Maret 2020 – 16 September 2022. Harga pelaksanaan Waran sebesar Rp155.

Dalam IPO kali ini, PT MNC Sekuritas dan PT NH Korindo Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek sedangkan PT Valbury Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi efek.

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Agri Rahadiyan, Corporate Secretary Bhakti Agung Propertindo mengatakan masuknya BAPI Di pasar modal merupakan pintu gerbang bagi perseroan untuk ikut serta mengembangkan sektor property di Indonesia.

“Salah satu alokasi dana kami adalah untuk menyelesaikan proyek apartemen Green Cleosa yang berlokasi di Ciledug Tangerang  dan sebagian akan kami gunakan untuk pembayaran pinjaman ke perbankan,” katanya.

Terpisah, Dendo Makadada, Direktur Utama Morning Star Capital selaku advisory IPO Bhakti Agung Propertindo menyatakan bahwa sekitar 20% dana hasil IPO akan digunakan untuk pembayaran utang ke bank dan 80% dipakai untuk operating expenditure (opex). Modal kerja itu untuk penyelesaian konstruksi dua bangunan apartemen, hotel dan Stikes.

“IPO merupakan langkah strategis yang bisa diambil oleh defensive business sector untuk tetap bisa ekspansi,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top