Bursa Asia Merah Pagi Ini, IHSG Masih Menguat di Awal Perdagangan

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terpantau menguat 0,17 persen atau 10,62 poin ke level 6.292,27 pada pukul 09.15 WIB, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,1 persen atau 6,54 poin di level 6.288,19 pagi ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  09:50 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Kamis (29/8/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terpantau menguat 0,17 persen atau 10,62 poin ke level 6.292,27 pada pukul 09.15 WIB, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,1 persen atau 6,54 poin di level 6.288,19 pagi ini.

Pada perdagangan Rabu (28/8), IHSG ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,06 persen atau 3,47 poin ke level 6.281,65.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.283,51-6.306,89.

Delapan dari sembilan sektor bergerak positif, dipimpin sektor tambang yang menguat 0,84 persen, disusul sektor infrastruktur dengan penguatan 0,62 persen. Di sisi lain, sektor finansial melemah sebesar 0,07 persen.

Dari 650 saham yang diperdagangkan, 149 saham menguat, 42 saham melemah, sedangkan 459 saham lainnya stagnan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. (JKON) yang masing-masing menguat 0,69 persen dan 22,45 persen menjadi pendorong utama atas kenaikan IHSG.

Dalam risetnya, Valbury Sekuritas Indonesia memperkirakan pergerakan IHSG dapat melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, tertopang oleh penguatan pada akhir perdagangan bursa AS pada hari sebelumnya.

"Saham AS ditutup menguat pada Rabu seiring redanya kekhawatiran resesi. Faktor dari pasar AS ini lebih dapat memberikan peluang bagi IHSG untuk bisa kembali menguat pada perdagangan saham hari ini," tulis Tim Riset Valbury Sekuritas dalam riset harian, Kamis (29/8/2019).

Adapun, Moody's telah menurunkan peringkat bank investasi global dari positif menjadi stabil karena terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi dan rendanya suku bunga.

Menurut Moody's, seperti dikutip dalam riset Valbury Sekuritas, perbankan seperti Goldman Sachs, JP Morgan, HSBC, dan Deutsche Bank akan mendapat tekanan selama 12 hingga 18 bulan ke depan.

Selain itu, perbankan tersebut juga akan melihat aktivitas nasabah menjadi turun karena ketidakpastian global. Namun, prospek stabil untuk bank investasi global mencerminkan ekspektasi bahwa profitabilitas untuk bank investasi global telah meningkat.

Selanjutnya, pelaku pasar tampaknya bakal terus mencermati kondisi ekonomi global yang terkonfirmasi melemah. Tanda-tanda dari krisis ekonomi global pun mulai bermunculan, seperti berkurangnya volume perdagangan global.

Di sisi lain, mayoritas bursa saham lainnya di Asia melemah, dengan indeks Topix dan Nikkei 225 turun masing-masing 0,41 persen dan 0,39 persen, sedangkan indeks Kospi melemah 0,3 persen.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 melemah masing-masing 0,38 dan 0,56 persen, sedangkan indeks Hang Seng melemah 0,7 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top