Juli 2019, United Tractors (UNTR) Klaim Operasional PAMA Masih Sesuai Target

PT United Tractors Tbk. (UNTR) mengungkapkan volume produksi batu bara atau coal getting PAMA tercatat sebanyak 72,8 juta ton per akhir Juli 2019.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  18:50 WIB
Juli 2019, United Tractors (UNTR) Klaim Operasional PAMA Masih Sesuai Target
Aktivitas penambangan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com,JAKARTA— PT United Tractors Tbk. mengklaim kinerja operasional lini bisnis jasa kontraktor pertambangan yang dijalankan lewat PT Pamapersada Nusantara, masih sejalan dengan target untuk periode Januari 2019—Juli 2019.

Berdasarkan laporan perseroan, PAMA merealisasikan volume pengupasan lapisan batu bara atau overburden removal (OB) 566 juta bank cubic meter (bcm) pada Januari 2019—Juli 2019. Realisasi itu naik 6% dari 534,2 juta bcm periode yang sama tahun lalu.

Adapun, volume produksi batu bara atau coal getting PAMA tercatat sebanyak 72,8 juta ton per akhir Juli 2019. Realisasi itu tumbuh 7% dari 68,2 juta ton pada Januari 2018—Juli 2018.

Investor Relations United Tractors Ari Setiyawan mengatakan operasional PAMA ditopang oleh faktor cuaca yang lebih baik. Menurutnya, curh hujan lebih rendah dibandingkan dengan semester I/2018.

Sejalan dengan realisasi itu, Ari menyebut perseroan masih mempertahankan target produksi untuk PAMA pada 2019.

“Sesuai dengan rencana, target produksi batu bara tahun ini 124 juta ton dan OB sekitar 960 juta bcm,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (29/8/2019).

Dia mengklaim kinerja operasional PAMA pada Januari—Juli 2019 sejalan dengan target. Artinya, lini usaha itu masih akan menjadi salah satu penopang kinerja keuangan perseroan tahun ini.

Seperti diketahui, United Tractors melaporkan pendapatan bersih Rp43,31 triliun pada semester I/2019. Pencapaian tersebut naik 11,22% dari Rp 38,94 triliun periode yang sama tahun lalu.

Dari situ, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan senilai Rp5,57 triliun pada semester I/2019. Realisasi tersebut naik 1,82% dibandingkan dengan Rp5,47 triliun per 30 Juni 2018.

Manajemen emiten berkode saham UNTR itu menyatakan pertumbuhan keuangan pada semester I/2019 ditopang oleh kinerja yang lebih baik dari unit bisnis kontraktor penambangan. Selain itu, terdapat kontribusi unit bisnis pertambangan emas.

Secara detail, kontribusi masing-masing lini usaha terhadap total pendapatan bersih perseroan semester I/2019 yakni mesin konstruksi 28%, kontraktor penambangan 44%, pertambangan batu bara 16%, pertambangan emas 8% dan industri konstruksi 4%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
united tractors

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top