Bursa Asia Dapat Angin Segar, IHSG Ditutup Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu rebound ke zona hijau pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (27/8/2019), di tengah meredanya ketegangan perang dagang yang membawa angin segar ke bursa Asia.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  16:40 WIB
Bursa Asia Dapat Angin Segar, IHSG Ditutup Menguat
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu rebound ke zona hijau pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (27/8/2019), di tengah meredanya ketegangan perang dagang yang membawa angin segar ke bursa Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 1,02 persen atau 64,66 poin ke level 6.278,17 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (26/8), IHSG ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,66 persen atau 41,09 poin di level 6.214,51. Indeks mulai rebound dengan dibuka menguat 0,48 persen atau 30,06 poin ke level 6.244,47.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.223,74 – 6.289,88.

Tujuh dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin sektor industri dasar yang menguat 3,36 persen, disusul sektor properti dengan penguatan 1,25 persen.

Di sisi lain, sektor pertanian dan aneka industri yang melemah masing-masing 1,32 persen dan 0,39 persen menjadi penahan penguatan IHSG lebih lanjut pada perdagangan hari ini.

Dari 650 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 220 saham menguat, 195 saham melemah, dan 235 saham stagnan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang masing-masing menguat 3,19 persen dan 20,69 persen menjadi penopang utama penguatan IHSG.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah ditutup melemah 12 poin atau 0,08 persen ke level Rp14.255 per dolar AS, setelah dibuka stagnan pada level Rp14.243 per dolar AS.

Bersama IHSG, indeks saham lain di Asia mayoritas ikut berakhir menguat. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang menguat masing-masing 0,79 persen dan 0,96 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan ditutup menguat 0,43 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 ditutup menguat masing-masing 1,35 persen dan 1,36 persen. Di sisi lain, indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 0,1 persen.

Dilansir dari Reuters, bursa Asia menguat setelah Presiden AS Donald Trump melunakkan sikapnya terhadap China dan memperkirakan kedua negara akan dapat mencapai kesepakatan perdagangan.

Trump mengatakan pada hari Senin (26/8) bahwa para pejabat China telah menghubungi pihak AS dan menawarkan untuk melanjutkan negosiasi, namun pernyataan ini ditolak oleh pihak China.

Komentar Trump tersebut membantu meredam penurunan tajam di pasar global setelah kedua belah pihak mengumumkan tarif baru pada hari Jumat dalam eskalasi terbaru sengketa perdagangan.

Pasar saham mungkin telah menemukan pijakan yang lebih baik untuk saat ini tetapi prospek jangka panjang untuk aset berisiko yang berulang kali diterpa oleh kekhawatiran perdagangan masih goyah.

"Masih ada elemen besar ketidakpastian mengenai sengketa perdagangan AS-China. Masih sulit untuk meramalkan resolusi, dan ini akan terus membebani sentimen pasar ekuitas," kata Shusuke Yamada, kapala analis valas dan ekuitas di Bank of America Merrill Lynch, seperti dikutip Reuters.

Saham-saham pendorong IHSG:
KodeKenaikan (persen)

BBRI

+3,19

BRPT

+20,69

UNVR

+3,05

SMMA

+19,93

Saham-saham penekan IHSG:
KodePenurunan (persen)

ASII

-0,76

JSMR

-3,07

BMRI

-0,35

MDKA

-4,05

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top