Dua Investor Strategis Minati IPO Optima Prima Metal Sinergi

Ada dua investor strategis yang disebut akan membeli saham Optima Prima Metal Sinergi.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  20:25 WIB
Dua Investor Strategis Minati IPO Optima Prima Metal Sinergi
Direktur Utama PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. Meilyna Widjaja (tengah) bersama jajaran direksi lain saat due diligence dan public expose pada Senin (26/8) di Jakarta. - Bisnis/Pandu Gumilar

Bisnis.com, JAKARTA – Dua investor strategis dikabarkan berminat untuk menyerap saham perdana yang ditawarkan oleh PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. (OPMS) melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).

Direktur PT Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli yang mewakili penjamin emisi efek, mengatakan ada dua investor strategis yang akan membeli saham Optima Prima Metal Sinergi.

Dalam penawaran umum perdana, Optima Prima Metal Sinergi menawarkan sebanyak-banyaknya 400 juta saham baru atau sebesar 40% saham dari modal yang ditempatkan atau disetor penuh dalam perseroan. Saham perdana akan dilepas pada kisaran harga Rp125-Rp135 per saham.

“Kita sudah dapat strategic investor dengan begitu kami sudah tidak bingung lagi,” kata Kerry, Senin (26/8/2019).

Menurutnya, ada dua partner strategis yang berpotensi menyerap masing-masing sekitar 150 juta saham atau sekitar 37,5% saham yang dilepas Optima Prima Metal Sinergi lewat IPO. Sementara itu, publik mendapatkan alokasi sebanyak 25% dari 400 juta saham yang dilepas.

Strategic partner kami adalah institusi sulit kalau perseroangan karena yang mengerti bidang ini tidak tidak begitu banyak dan mereka ada bidang yang sama yaitu besi scrap,” katanya.

Selain itu, Kerry menyebut price earning ratio (PER) OPMS berada di level 7,5 kali – 8 kali laba bersih akhir tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp7,24 miliar. Sementara itu, price to book value (PBV) sekitar 0,41 kali – 0,45 kali.

Menurutnya dengan acuan tersebut harga Optima Prima Metal Sinergi kompetitif apabila dibandingkan dengan saham emiten lain di sektor serupa yang rata-rata memiliki PER di bawah 10 kali dan PBV di bawah 1 kali.

”Saya optimistis, saham IPO OPMS lini sangat menarik untuk investor. Selain pemanfaatan dana IPO yang akan digunakan seluruhnya untuk penguatan modal, model bisnis OPMS sangat baru dan menarik perhatian para investor pasar modal,” katanya.

Menurut Kerry, bisnis scrap besi bekas yang dijalankan OPMS merupakan bentuk bisnis baru yang masih tergolong usaha kecil dan menengah (UKM) dan sangat berpotensi untuk berkembang lebih baik.

Bagi perusahaan pengolahan besi baja, penggunaan besi scrap jauh lebih efisien dan kualitas bahan baku yang lebih terjamin sehingga produk besi baja yang dihasilkan akan lebih baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top