IHSG Masih Betah di Zona Hijau?

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bergerak ke area resistance pada perdagangan hari ini, Senin (26/8/). 
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 25 Agustus 2019  |  17:06 WIB
IHSG Masih Betah di Zona Hijau?
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bergerak ke area resistance pada perdagangan hari ini, Senin (26/8/). 

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Jumat (23/8), IHSG berakhir menguat 0,26% pada level 6.255,60 didorong optimisme setelah penurunan suku bunga BI. Indeks sektor aneka industri dan tambang mendorong penguatan masing-masing sebesar 2,92% dan 0,84%. 

Sementara itu, hanya 3 sektor yang berakhir di zona merah yakni sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi 0,71%, pertanian 0,38%, serta perdagangan, jasa, dan investasi 0,09%. Investor asing masih melakukan aksi jual bersih sebesar Rp318,29 miliar. 

Head of Research PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG terkonsolidasi bertahan terus mencoba bertahan pada level Moving Average 200 setelah terlihat false break pada perdagangan tengah pekan kemarin. Indikator Stochastic, RSI dan MACD tidak dapat dipungkiri memasuki phase pergerakan bearish hingga menuju kejenuhan dalam penjualan. 

Pola pergerakan IHSG masih akan terus bermasalah pada area Moving Average 20 dan 50 sebagai konfirmasi pembalikan arah trend bearish. "Sehingga kami perkirakan IHSG akan bergerak cenderung terkonsolidasi positif pada Senin dengan support resistance 6.210-6.326," katanya dalam riset harian pada Jumat (23/8). 

Analis Bina Artha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.210,54-6.161,66. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.319,44-6.381,54. 

Berdasarkan indikator, MACD telah berhasil membentuk pola golden cross di area negatif. Sementara itu, terlihat bahwa Stochastic dan RSI masih berada di area netral. 

"Di sisi lain, terlihat pola white closing bozu candle yang mengindikasikan masih adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area level resistance," katanya dikutip dari riset harian pada Jumat (23/8). 

Sementara itu, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper memproyeksikan IHSG bergerak melemah. Secara teknikal candlestick IHSG masih membentuk lower high dan lower low dan indikator stochastic bergerak menyempit di sekitar overbought mengindikasikan tren pelemahan. 

"Sejauh ini belum ada sentimen kuat yang mampu mendorong penguatan," katanya. 

Adapun, Artha Sekuritas mencatat saham-saham yang dapat dicermati yakni PTPP, WSKT, TLKM, SMRA, BSDE. 

Bina Artha Sekuritas merekomendasikan saham-saham yang dapat dicermati yakni BMRI, GMFI, HMSP, INTP, UNTR, WSKT. 

Reliance Sekuritas mencatat saham-saham yang cukup menarik secara teknikal di antaranya, BBRI, BBNI, PGAS, ASII, INDY, ANTM, UNTR, ERAA, ESSA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top