Kurs Jisdor Melemah ke Rp14.262, Rupiah Terdepresiasi saat Indeks Dolar Stabil

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.262 per dolar AS, melemah 59 poin atau 0,41 persen dari posisi Rp14.203 pada Senin (19/8).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  10:51 WIB
Kurs Jisdor Melemah ke Rp14.262, Rupiah Terdepresiasi saat Indeks Dolar Stabil
Ilustrasi uan tunai rupiah. (Antara)

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.262 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (20/8/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.262 per dolar AS, melemah 59 poin atau 0,41 persen dari posisi Rp14.203 pada Senin (19/8).

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 23 poin atau 0,16 persen ke level Rp14.261 per dolar AS pada pukul 10.16 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka melemah 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp14.240 per dolar AS, setelah pada akhir perdagangan Senin (19/8) rupiah ditutup menguat 2 poin ke level Rp14.238 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp14.240-Rp14.265 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,038 poin atau 0,04 persen ke level 98,309 pada pukul 10.30 WIB.

Pada awal perdagangan hari ini, indeks dolar AS dibuka menguat 0,017 poin atau 0,02 persen ke level 98,364. Adapun pada akhir perdagangan Senin kemarin, indeks dolar AS ditutup menguat 0,205 poin atau 0,21 persen ke level 98,347.

Dilansir Reuters, dolar AS relatif stabil pada perdagangan hari inimenyusul ekspektasi stimulus baru dari bank-bank sentral dunia serta peningkatan selera aset berisiko yang mengerek imbal hasil obligasi AS.

Imbal hasil obligasi Treasury AS berhasil rebound posisi terendah tiga tahun karena investor kembali mencari ke aset berisiko, terpikat oleh harapan untuk stimulus di negera ekonomi utama seperti Jerman dan China, yang meredakan kekhawatiran resesi global baru-baru ini.

Fokus investor pada hari Selasa akan beralih ke pengaturan pertama dari acuan referensi suku bunga pinjaman baru China di bawah reformasi suku bunga terbaru.

Minat investor global terhadap aset berisiko telah meningkat pekan ini oleh prospek bahwa Jerman mengabaikan aturan anggaran berimbang untuk meningkatkan pengeluaran dan rencana reformasi suku bunga China, yang diharapkan dapat menurunkan biaya pinjaman perusahaan.

 

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

Tanggal

Kurs

20 Agustus

14.262

19 Agustus

14.203

16 Agustus

14.258

15 Agustus

14.296

14 Agustus

14.234

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top