Porsi Asing di SBN Terus Naik, Pemerintah Perlu Antisipasi

Porsi Surat Berharga Negara yang terus meningkat khususnya dari porsi kepemilikan asing perlu diantisipasi jika terjadi goncangan pasar global 2020.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  15:11 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Porsi Surat Berharga Negara yang terus meningkat khususnya dari porsi kepemilikan asing perlu diantisipasi jika terjadi goncangan pasar global 2020.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyatakan ekspansi fiskal pemerintah tahun ini masih ditopang oleh utang dan Surat Berharga Negara (SBN).

Tauhid merincikan bahwa porsi SBN terus meningkat dibandingkan dengan pinjaman. Maka hal yang perlu diperhatikan adalah porsi kepemilikan asing pada SBN yang meningkat.

"Hal ini bisa meningkatkan risiko jika terjadi guncangan pasar global pada 2020," pungkasnya di Kantor Indef, Senin (19/8/2019).

Dia menjelaskan, kapasitas fiskal pemerintah sebenarnya makin sempit karena belanja bunga utang yang juga terus meningkat. Selain itu, juga porsi belanja pegawai dan belanja barang yang meningkat.

"Kondisi ini membuat belanja modal semakin menyusut," terangnya.

Tauhid menegaskan bahwa ekspansi fiskal dengan meningkatkan belanja masih kurang didukung oleh peningkatan penerimaan pajak.

"Potensi shortfall yang tinggi akan mencetak utang baru lewat penerbitan SBN. Hal ini akan menyebabkan penyedotan likuiditas, sehingga meniadakan pengaruh koreksi suku bunga acuan," sambungnya.

Jika dibandingkan dengan beberapa negara Asia Tenggara lainnya maka tingginya porsi utang terhadap PDB diikuti dengan tingginya penerimaan pajak terhadap PDB.

"Posisinya Indonesia masih di urutan bawah," terang Tauhid.

Selain itu utang BUMN saat ini menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi menurunkan laba yang disetor ke pemerintah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi Pemerintah

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top