Emisi Surat Utang, Korporasi Menanti Penurunan Suku Bunga

Penerbitan surat utang korporasi bakal menyentuh kisaran Rp100 triliun hingga Rp115 triliun atau turun 12,88% dibandingkan dengan capaian tahun lalu.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  11:18 WIB
Emisi Surat Utang, Korporasi Menanti Penurunan Suku Bunga
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--Penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia menjadi harapan bagi korporasi sehingga bisa menggalang dana melalui surat utang dengan bunga yang lebih rendah.

Dari data PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), realisasi penerbitan surat utang korporasi hingga akhir Juli 2019 menyentuh Rp79,98 triliun atau turun 16,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni Rp92,86 triliun.

Analis Capital Asset Manajemen Desmon Silitonga mengatakan pada semester I/2019, capaian penerbitan surat utang korporasi cenderung lebih kecil dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu disebabkan oleh tiga hal. Pertama, kondisi politik. Kedua, pertimbangan tingkat kupon yang tinggi pada awal tahun.

Ketiga, tingginya ketidakpastian ekonomi makro global. Keempat, kondisi ekonomi makro domestik yang capaiannya kurang mendukung ekspansi pelaku usaha.

Di sisi lain, dengan asumsi penurunan suku bunga lanjutan oleh The Fed dan Bank Indonesia, dia berujar masih ada peluang akselerasi penerbitan surat utang korporasi.

Menurutnya, bila suku bunga acuan turun, akhir kuartal III/2019 dan kuartal IV/2019 akan menjadi momentum masuknya obligasi korporasi. Dengan ruang penerbitan yang cukup terbatas itu, dia memperkirakan capaian penerbitan surat utang korporasi masih akan sama dengan tahun lalu.

Sebagai gambaran, sepanjang 2018, realisasi penerbitan surat utang korporasi menyentuh angka Rp132,42 triliun. Sementara itu, hingga Juli 2019, realisasi penerbitan surat utang korporasi mencapai Rp79,98 triliun atau 60,3% dari capaian tahun 2018.

“Ada potensi [suku bunga acuan] BI turun. Dampaknya penurunan kupon obligasi. Kalau itu terjadi, kuartal III/2019 dan kuartal IV/2019 itu bisa lebih baik,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (15/8/2019).

Dihubungi terpisah, Analis Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Roby Rushandie mengatakan penurunan suku bunga menjadi satu-satunya harapan pendorong penerbitan surat utang korporasi setelah tertahan pada semester I/2019. Menurutnya, di semester II/2019 penerbitan surat utang bagi korporasi bukan tanpa tantangan.

Sentimen negatif yang berasal dari kondisi ekonomi global seperti perang dagang China-AS dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global turut menekan peluang korporasi menerbitkan instrumen surat utang hingga akhir tahun.

“[Pada] semester II/2019 diperkirakan [penerbitan surat utang korporasi] lebih ramai karena potensi penurunan suku bunga. Namun, sentimen negatif global yang meramaikan pasar modal seperti perang dagang dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global menjadi risiko,” katanya.

Atas pertimbangan tersebut, Roby pun memperkirakan realisasi penerbitan surat utang korporasi sepanjang 2019 akan lebih rendah dibandingkan dengan capaian pada 2018.

Dia memproyeksikan nominal penerbitan surat utang korporasi bakal menyentuh kisaran Rp100 triliun hingga Rp115 triliun atau turun 12,88% dibandingkan dengan capaian tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top