Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kisruh Hong Kong Tak Ganggu Rencana Merck (MERK)

Produk biopharma menjadi penopang terhadap pendapatan perseroan hingga 82,24% pada semester I/2019, setelah perseroan melepas divisi consumer health pada akhir tahun lalu.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  10:58 WIB
logo baru merck
logo baru merck

Bisnis.com, JAKARTA - PT Merck Tbk. memastikan kisruh yang terjadi di Hong Kong tidak mengganggu rencana perseroan melakukan perluasan pasar ke negara tersebut.

Direktur Plant Merck Arryo Aritrixso Wachjuwidajat mengatakan perseroan tidak melakukan perubahan atas rencana perseroan menargetkan Hong Kong sebagai pasar baru.

Perusahaan farmasi itu tengah menjajaki negara-negara di Asia Tenggara dan Asia kecuali China, sebagai target pasar baru. Penetrasi pasar itu seiring dengan rencana peningkatan produksi obat-obatan resep (biopharma) di pabrik Pasar Rebo.

Pada akhir 2018, emiten dengan kode saham MERK ini telah menyelesaikan proyek renovasi fase IV di Pabrik Pasar Rebo pada akhir 2018.

Dengan demikian, kapasitas produksi di pabrik Pasar Rebo dari semula 660 juta tablet dan kapsul per tahun menjadi 1,6 miliar tablet dan kapsul per tahun. Sejalan dengan peningkatan kapasitas produksi, perseroan bakal menambah pasar baru.

"Sampai dengan saat ini tidak ada perubahan atas rencana menargetkan Hong Kong sebagai pasar baru perseroan," katanya melalui surat elektronik kepada Bisnis.com, Kamis (15/8/2019).

Lebih lanjut, perseroan tidak memasang target realisasi penjualan ekspor ke pasar baru. Sebab, rencana ini membutuhkan proses pendaftaran produk di negara tersebut.

"Realisasi pasar baru termasuk di Hong Kong tergantung kelancaran proses pendaftaran produk dan regulasi di negara tersebut," imbuhnya.

Sebagai informasi, produk biopharma menjadi penopang terhadap pendapatan perseroan hingga 82,24% pada semester I/2019, setelah perseroan melepas divisi consumer health pada akhir tahun lalu. Adapun, penjualan ekspor berkontribusi 2,84% terhadap pendapatan perseroan pada periode tersebut.

MERK membukukan pendapatan operasi yang dilanjutkan Rp316,79 miliar pada semester I/2019, naik 7,22% dibandingkan dengan semester I/2018 Rp295,45 miliar. Namun, laba dari operasi yang dilanjutkan senilai Rp6,12 miliar pada periode itu, turun 79,76% secara tahunan.

Sebelumnya, Direktur Biopharma Merck Evie Yulin memperkirakan penjualan ekspor ke Asia Tenggara mulai berjalan pada awal 2021. Perseroan menargetkan proses transfer teknologi dari induk usaha, Merck Holding GmbH Jermena, dan pendaftaran merek produk dapat selesai selama rentang 2019-2020.

Produk yang bakal didaftarkan yakni produk hipertensi dan diabetes. Perseroan optimistis perluasan pasar ini bakal mendorong penjualan ekspor yang saat ini kontribusinya masih minim.

"Asia Tenggara adalah pasar baru. Kami memang ada ekspor di beberapa negara di Asia Tenggara, tetapi belum semuanya dan produknya masih sangat terbatas," katanya pada pertengahan Juli kemarin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merck farmasi
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top