Ini Strategi Garuda Maintenance Facility (GMFI) Benahi Arus Kas Negatif

PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. menekan biaya, menjalin kerja sama dengan MRO, selektif memilih konsumen, dan meningkatkan kolektabilitas piutang untuk memperbaiki arus kas dari operasi.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  09:17 WIB
Ini Strategi Garuda Maintenance Facility (GMFI) Benahi Arus Kas Negatif
Plt. Direktur Utama GMF AeroAsia Tazar M. Kurniawan sedang menjawab pertanyaan wartawan usai acara Halal Bihalal dengan manajemen GMF, Selasa (25/6/2019). - Bisnis/Rio Sandy Pradana

Bisnis.com, JAKARTA – PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. masih berusaha untuk memperbaiki arus kas perseroan. Pasalnya, tidak baiknya kondisi arus kas perseroan telah membuat laba yang didapat mengalami tekanan.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2019, kas bersih dari aktivitas operasi anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. itu tercatat negatif, yakni US$43,63 juta pada semester I/2018 dan US$14,05 juta pada semester I/2019.

Sekretaris Perusahaan Garuda Maintenance Facility Fidiarta Andika menjelaskan bahwa industri penerbangan dalam negeri yang masih penuh tantangan membuat kemampuan membayar para pengguna jasa perseroan melemah.

Untuk menyiasati hal tersebut, emiten berkode saham GMFI itu berupaya untuk menekan biaya-biaya produksi lainnya, sehingga tingkat profitabilitas perseroan dapat berangsur-angsur membaik.

“Saat ini kebutuhan perbaikan spare part untuk engine belum semuanya dapat dilakukan secara inhouse. Namun demikian perseroan terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan profitability dari segmen engine ini. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan OEM [original equipment manufacturer] dan perusahan MRO [maintenance, repair, and overhaul] kelas dunia," ujarnya kepada Bisnis.com, baru-baru ini.

Pembenahan arus kas menjadi fokus penting yang akan dilakukan perseroan. Pasalnya, arus kas yang tidak baik membuat tingkat profitabilitas perseroan tergerus. Hal tersebut tercermin pada kinerja semester I/2019.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pada semester I/2019, GMFI mengantongi pendapatan senilai US$246,16 juta, tercatat meningkat 10,27% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya US$223,31 juta.

Di sisi lain, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tergerus cukup dalam. Pada periode tersebut laba bersih perseroan turun 64,46% menjadi US$7,15 juta dari tahun sebelumnya senilai US$20,12 juta.

“Industri penerbangan yang masih menghadapi tantangan mempengaruhi collectability customer kepada perseroan yang mengakibatkan adanya biaya keuangan yang harus ditanggung oleh perseroan. Akan tetapi biaya keuangan tersebut akan passing trough ke customer. Perseroan juga melakukan narrowing customer sebagai upaya lainnya untuk menjaga collectability customer,” jelasnya.

Pada semester II/2019, Fidiarta mengatakan bahwa perseroan terus berupaya meningkatkan inhouse capability untuk menurunkan biaya sub-kontraktor.

Dengan demikian perseroan berharap dalam kurun waktu satu hingga 2 tahun ke depan profitabilitas dari segmen perbaikan mesin akan terus tumbuh.

Sementara itu, usaha perseroan untuk meningkatkan pendapatan dan laba adalah dengan melakukan diversifikasi bisnis melalui pembentukan anak perusahaan.

Saat ini anak perusahaan yang sudah berjalan dan memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan pada laporan keuangan semester I/2019 adalah Garuda Energi Logistik dan Komersial dan Garuda Daya Pratama Sejahtera.

“Perseroan juga akan terus melakukan upaya perbaikan-perbaikan dengan cara memperbaiki bisnis proses penagihan sehingga dapat me-manage arus kas dan akun. Kami optimistis saat ini di tengah membaiknya kondisi maskapai domestik,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, garuda maintenance facility

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top