Terpapar Ketegangan Baru AS-China, Dolar AS Melemah Terhadap Yen

Dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap yen Jepang di tengah kekhawatiran baru tentang sengketa perdagangan AS-China setelah sebuah laporan bahwa Gedung Putih menunda keputusan untuk mengizinkan perusahaan-perusahaan AS melakukan bisnis dengan Huawei Technologies.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  09:00 WIB
Terpapar Ketegangan Baru AS-China, Dolar AS Melemah Terhadap Yen
Ilustrasi Dolar AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap yen Jepang di tengah kekhawatiran baru tentang sengketa perdagangan AS-China. Pelemahan terjadi setelah sebuah laporan bahwa Gedung Putih menunda keputusan untuk mengizinkan perusahaan-perusahaan AS melakukan bisnis dengan Huawei Technologies.

Laporan Bloomberg tentang produsen peralatan telekomunikasi asal China tersebu dituduh AS sebagai spionase dan telah mencuri kekayaan intelektual, memicu aksi penghindaran risiko yang juga mendorong kenaikan harga emas.

Dilansir Reuters meningkatnya ketidakpastian tentang perselisihan antara AS dan China kemungkinan akan terus mendukung mata uang safe-haven dan penghindaran risiko dalam beberapa minggu mendatang.

"Berita tentang Huawei memicu kenaikan yen," kata Junichi Ishikawa, analis valas senior di IG Securities, seperti dikutip Reuters.

"Saham AS sedang mencoba untuk melakukan pemulihan, tetapi ini adalah pengingat bahwa sengketa perdagangan AS-Cina tetap berisiko, dan risiko ini tidak surut. Dalam keadaan ini, mudah bagi yen dan emas untuk naik lebih tinggi," lanjutnya.

Dolar AS melemah 0,08 persen atau 0,09 poin ke level 105,98 yen pada pukul 08.48 WIB, di jalur untuk penurunan mingguan kedua berturut-turut. Jika dolar berhasil menembus level terendah 7 Agustus di 105,50 yen, maka selanjutnya akan menargetkan level 105,00 yen, kata Ishikawa.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya, terpantau melemah 0,072 poin atau 0,07 persen ke level 97,546 pada pukul 08.38 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,046 poin atau 0,05 persen ke level 97,572, setelah pada akhir perdagangan Kamis (8/8) ditutup menguat 0,074 poin atau 0,08 persen ke level 97,618.

Pedagang yen sebagian besar tidak terpengaruh oleh data yang menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh jauh lebih dari yang diharapkan pada bulan April-Juni, karena konsumsi swasta dan investasi bisnis yang kuat mengimbangi tekanan terhadap ekspor dari pendinginan permintaan global.

Sementara itu harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi US$1.500,80 per troy ounce di Asia, mendekati level tertinggi dalam enam tahun.

Seperti diketahui, Gedung Putih menunda keputusannya terhadap Huawei setelah China mengatakan akan menghentikan pembelian produk pertanian AS, menyoroti sifat sengketa perdagangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar dunia ini.

Perang perdagangan telah memasuki masa baru setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia akan memberlakukan lebih banyak tarif pada impor Cina mulai 1 September. China membiarkan yuan meluncur melalui level support utama pada hari Senin ke level terendah dalam 11 tahun dan beberapa jam kemudian Departemen Keuangan AS menyebut China sebagai manipulator mata uang.

Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa memburuknya hubungan AS dan China yang cepat akan menambah ketegangan pada ekonomi global yang sudah rapuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top