Bursa Asia Menguat, IHSG Akhiri Pelemahan Dua Hari Berturut-turut

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 1,24 persen atau 77,96poin ke level 6.377,0, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,29 persen atau 18,54 poin ke level 6.317,57.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  16:39 WIB
Bursa Asia Menguat, IHSG Akhiri Pelemahan Dua Hari Berturut-turut
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mengakhiri pelemahan dan ditutup di zona hijau pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (30/7/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 1,24 persen atau 77,96poin ke level 6.377,0, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,29 persen atau 18,54 poin ke level 6.317,57.

IHSG mampu rebound setelah pada perdagangan kemarin, Senin (29/7), indeks ditutup merosot 0,41 persen atau 26,20 poin ke level 6.299,04.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.317,04 – 6.377,0.

Delapan dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin sektor infrastruktur yang menguat 1,96 persen dan disusul sektor tambang dengan penguatan 1,87 persen. Di sisi lain, hanya sektor pertanian yang melemah sebesar 0,5 persen.

Dari 652 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 270 saham menguat, 152 saham melemah, dan 230 saham lainnya stagnan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang masing-masing menguat 4,61 persen dan 1,67 persen menjadi penopang utama penguatan IHSG.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 8 poin atau 0,06 persen ke level Rp14.028 per dolar, setelah bergerak pada kisaran Rp14.019 – Rp14.037 per dolar AS.

Sementara itu, indeks saham lainnya di Asia terpantau mayoritas menguat, di antaranya indeks Shanghai Composite Index menguat 0,39 persen, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,14 persen, sedangkan indeks Kospi menguat 0,45 persen.

Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang menguat 0,45 persen dan 0,43 persen, menunjukkan reaksi terbatas terhadap keputusan Bank of Japan yang memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneter.

Dilansir Reuters, bursa saham Asia menguat di tengah antisipasi investor terhadap penurunan suku bunga AS akhir pekan ini.

Bank sentral AS, Federal Reserve, memulai pertemuan kebijakan pada Selasa waktu setempat, yang diharapkan akan menghasilkan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin. Jika diterapkan, ini akan menjadi penurunan suku bunga pertama bank sentral dalam satu decade terakhir.

Prospek pelonggaran moneter oleh The Fed telah menjadi faktor kunci di balik kenaikan baru-baru ini, terutama saham AS, yang telah mencatat rekor tertinggi selama sebulan terakhir.

"Sampai sekarang, banyak pelaku pasar masih wait and see sementara pasar mempertimbangkan kemungkinan penurunan suku bunga The Fed," kata Kota Hirayama, ekonom senior pasar negara berkembang di SMBC Nikko Securities, seperti dikutip Reuters.

"Tetapi dengan keputusan Fed yang semakin dekat, beberapa peserta tampaknya mengabaikannya dan melakukan aksi beli,"lanjutnya.

Yang juga menarik perhatian adalah negosiasi perdagangan AS-China yang dimulai di Shanghai pada hari Selasa. Meskipun ekspektasi untuk kemajuan selama pertemuan masih rendah, pasar berharap kedua pihak setidaknya dapat merinci komitmen untuk mengakhiri perang dagang.

Saham-saham pendorong IHSG:
KodePerubahan (persen)

HMSP

+4,61

TLKM

+1,67

BMRI

+1,92

BBRI

+0,90

Saham-saham penekan IHSG:
KodePerubahan (persen)

UNVR

-0,35

TOWR

-2,56

TOPS

-3,85

FASW

-3,07

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top