Ini Dampak Revisi Laporan Keuangan Garuda Indonesia (GIAA)

Berdasarkan laporan keuangan 2018 Garuda Indonesia versi restatement, total ekuitas perseroan menjadi senilai US$730,1 juta dari yang sebelumnya tercatat US$910,2 juta.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  22:59 WIB
Ini Dampak Revisi Laporan Keuangan Garuda Indonesia (GIAA)
Pesawat Citilink (atas) saat akan mendarat dan pesawat Garuda Indonesia yang akan lepas landas di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (18/2/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, TANGERANG – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. telah melakukan perbaikan laporan keuangan 2018, ternyata dengan laporannya yang baru, memiliki dampak lain di baliknya terhadap perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan 2018 Garuda Indonesia versi restatement, total ekuitas perseroan menjadi senilai US$730,1 juta dari yang sebelumnya tercatat US$910,2 juta.

Direktur Keuangan Garuda Indonesia Fuad Rizal menjelaskan bahwa dengan total ekuitas yang baru itu, perseroan berpotensi mendapatkan status default dengan kreditur Export Canada Development.

“Perjanjiannya total ekuitas kami harus US$800 juta,” ujarnya dalam paparan publik insidentil di Tangerang, Jumat (26/7/2019).

Selain itu, di beberapa perjanjiannya terdapat kesepakatan yang mengatur apabila perseroan mendapatkan status default terhadap salah satu kreditur, maka dapat terjadi cross default dengan kreditur lainnya.

Namun, dia menjelaskan bahwa perseroan telah meminta pengecualian terhadap Export Canada Development.

“Kami sudah meminta waiver dan tidak ada event of default, pada saat event of default itu sudah tidak ada karena sudah diberikan waiver, sehingga tidak ada kreditur yang bisa men-trigger cross default,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, giaa

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top