Lonjakan Saham Texas Instrument Dorong S&P 500 dan Nasdaq Sentuh Rekor Tertinggi

Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi pada perdagangan Rabu (24/7/2019) setelah komentar meyakinkan dari Texas Instruments mengenai permintaan chip global mengimbangi dampak laporan pendapatan yang lemah dari Boeing dan Caterpillar.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  06:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi pada perdagangan Rabu (24/7/2019) setelah komentar meyakinkan dari Texas Instruments mengenai permintaan chip global mengimbangi dampak laporan pendapatan yang lemah dari Boeing dan Caterpillar.

Saham Texas Instruments Inc melonjak 7,4 persen setelah perusahaan mengisyaratkan bahwa perlambatan global dalam permintaan microchip tidak akan selama yang dikhawatirkan, mendorong indeks Philadelphia naik 3,1 persen.

"Investor semikonduktor melihat masa lalu dan mengatakan bahwa mungkin pada paruh kedua tahun ini, kekhawatiran ekonomi akan mulai sedikit berkurang," kata Willie Delwiche, analis investasi di Robert W. Baird, seperti dikutip Reuters.

Namun, Caterpillar Inc yang sensitif terhadap perdagangan turun 4,5 persen setelah melaporkan laba mengecewakan menyusul pelemahan penjualan di China dan peningkatan biaya produksi serta restrukturisasi.

Saham Boeing Co turun 3,1 persen setelah produsen pesawat terbesar di dunia itu membukukan kerugian kuartalan terbesar tahun ini karena dampak larangan terbang pesawat 737 Max setelah dua kecelakaan mematikan.

Laporan suram kedua perusahaan itu membuat Dow Jones Industrial Average berada di wilayah negatif.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,29 persen ke level 27.269,97 poin, sementara indeks Standard & Poor’s 500 naik 0,47 persen menjadi 3.019,56 dan Nasdaq Composite menguat 0,85 persen ke 8.321,50. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing ditutup pada level tertinggi.

Dua minggu memasuki musim pendapatan dengan ekspektasi investor yang diredam, sekitar 77 persen dari 138 emiten pada indeks S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan sejauh ini telah melampaui estimasi, menurut data Refinitiv.

Namun, laba per saham keseluruhan diperkirakan turun 0,1 persen, dibandingkan dengan perkiraan kenaikan sekitar 1 persen sebelumnya.

Wall Street telah mencapai rekor pada bulan Juli menyusul ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pekan depan untuk melawan dampak dari perang perdagangan AS-China yang berkepanjangan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Untuk tahun ini, indeks S&P 500 telah menguat 20 persen, sedangkan Nasdaq telah naik 25 persen.

Titik terang lain pada hari Rabu adalah United Parcel Service Inc, naik 8,7 persen dan di antara gainers terbesar pada indeks S&P 500, setelah perusahaan pengiriman paket terbesar dunia melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.

Pergerakan Bursa Wall Street 23 Juli

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

27.269,97

-0,29

S&P 500

3.019,56

+0,47

Nasdaq

8.321,50

+0,85

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top