Pilarmas Investindo Sekuritas : Pasar Obligasi Diproyeksi Turun Terbatas Akibat Lelang Sukuk

Pemerintah akan melelang enam seri sukuk negara dengan target Rp8 triliun pada Selasa (23/7/2019).
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  08:38 WIB
Pilarmas Investindo Sekuritas : Pasar Obligasi Diproyeksi Turun Terbatas Akibat Lelang Sukuk
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Pasar obligasi diperkirakan menurun terbatas akibat pelaksanaan lelang sukuk negara pada Selasa (23/7/2019).
 
Dalam riset hariannya, Selasa (23/7), Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan pasar obligasi pada perdagangan sebelumnya kembali menurun.

Menurutnya, penurunan yang terjadi akan menjadi titik balik hingga akhirnya menanjak. Pasalnya, penurunan harga obligasi acuan menguji support
 
Apabila pasar kembali melemah pada perdagangan hari ini, maka pelemahannya akan berlanjut sampai menyentuh titik balik. Nico pun memperkirakan pasar obligasi dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas pada pagi ini.
 
“Pagi ini, pasar obligasi diperkirakan akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas. Keterbatasan ini datang dari hadirnya lelang [sukuk] hari ini, ditambah dengan adanya sentimen pemangkasan tingkat suku bunga The Fed,” paparnya.
 
Seperti diketahui, pemerintah akan menawarkan 6 seri sukuk dalam lelang hari ini, yang terdiri atas 1 seri Surat Perbendaharaan Negara-Syariah (SPN-S) dan 5 seri Project Based Sukuk (PBS) dengan target Rp8 triliun.

Keenam seri yang akan dilelang menawarkan imbal hasil hingga 8,625 perinciannya. Perinciannya, seri SPN-S10012020 dengan imbal hasil diskonto dan jatuh tempo pada 10 Januari 2020. Untuk seri ini, alokasi pembelian nonkompetitif sebesar 50 persen dari jumlah yang dimenangkan.

Kemudian, PBS014  menawarkan imbal hasil 6,5 persen dan jatuh tempo pada 15 Mei 2021; PBS019 dengan imbal hasil 8,25 persen dan jatuh tempo pada 15 September 2023; PBS021 yang menawarkan imbal hasil 8,5 persen dan jatuh tempo pada 15 April 2026. 

Selanjutnya, PBS022 yang menawarkan imbal hasil 8,625 persen dan jatuh tempo 15 April 2034 serta PBS015 dengan imbal hasil 8 persen dan jatuh tempo 15 Juli 2047. Kelima seri PBS ini memiliki alokasi pembelian nonkompetitif sebesar 30 persen dari jumlah yang dimenangkan.  

Sementara itu, dari eksternal, sentimen yang memengaruhi yakni pernyataan bobot pemangkasan suku bunga acuan The Fed. Beredar spekulasi bahwa penurunan suku bunga acuan ada di kisaran 25-50 basis poin (bps).
 
Sentimen lainnya berasal dari kelanjutan perang dagang China-AS yang mengakibatkan sejumlah perusahaan kakap hengkang dari China. Sekitar 50 perusahaan termasuk Apple, Dell, dan Nintendo hingga perusahaan asal China seperti TCL dan Sailun Tyre tengah memindahkan operasinya dan meninggalkan Negeri Panda agar tak terbebani tarif impor AS.
 
Keputusan pabrik untuk memindahkan operasi semakin menekan ekonomi China secara tidak langsung. Nico menilai hal ini akan menjadi kesempatan bagi Indonesia agar bisa menjadi tujuan kegiatan operasi pabrik-pabrik tersebut. 
 
Dengan sejumlah sentimen yang akan memengaruhi perdagangan hari ini, dia merekomendasikan investor agar wait and see dengan potensi jual. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top