Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bumi Resources (BUMI) Sudah Bayar Utang US$270,4 Juta

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dikutip Rabu (10/7/2019), emiten berkode saham BUMI itu memproses pembayaran US$30,99 juta yang terdiri atas pinjaman pokok US$22,54 juta dan bunga US$8,45 juta untuk Tranche A.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  12:40 WIB
Presiden Direktur PT Bumi Resources Tbk  Saptari Hoedjaja (kanan), didampingi  Direktur Dileep Srivastava memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan di Jakarta, Selasa (12/2/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Presiden Direktur PT Bumi Resources Tbk Saptari Hoedjaja (kanan), didampingi Direktur Dileep Srivastava memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan di Jakarta, Selasa (12/2/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA— PT Bumi Resources Tbk. telah memproses pembayaran keenam senilai US$30,99 juta melalui agen fasilitas pada 9 Juli 2019.

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dikutip Rabu (10/7/2019), emiten berkode saham BUMI itu memproses pembayaran US$30,99 juta yang terdiri atas pinjaman pokok US$22,54 juta dan bunga US$8,45 juta untuk Tranche A.

“Dengan dilakukannya pembayaran triwulanan keenam, perseroan saat ini telah membayar keseluruhan US$270,4 juta secara tunai [cash], terdiri atas pokok Tranche A US$168,0juta dan bunga sebesar US$102,4 juta, termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar [back interest],” tulis Dileep Srivastava Director & Corporate Secretary Bumi Resources.

Dia menuliskan pembayaran berikutnya atas Tranche A akan jatuh tempo pada Oktober 2019. Kupon PIK dari 11 April 2018 hingga 9 Juli 2019 atas Tranche B dan C juga sudah mulai dikapitalisasi.

Sebelumnya, Srivastava menjelaskan bahwa pembayaran dilakukan secara tunai oleh perseroan. Sumber dana berasal dari aliran kas bebas atau free cash flow perseroan yang tersedia sekitar US$40 juta.

“Saldo dibayarkan secara tunai kepada kreditur untuk melunasi prinsip dan bunga Tranche A,” jelasnya kepada Bisnis.com, baru-baru ini.

Dia menambahkan perseroan mengupayakan pembayaran yang terbaik di tengah kondisi pasar batu bara yang menantang. Pihaknya berharap pembayaran berikutnya pada Oktober 2019 dapat lebih baik.

Manajemen BUMI menjelaskan bahwa sebelum dilakukan restrukturisasi pada 2017, utang yang dimiliki perseroan senilai US$4,3 miliar. Namun, jumlah itu susut US$2,6 miliar menjadi US$1,7 miliar setelah proses restrukturisasi ditempuh.

Adapun, penyusutan utang US$2,6 miliar itu dicapai berkat sejumlah cara. Pertama, konversi utang US$2,0 miliar ke ekuitas di harga Rp926,16 per saham.

Kedua, BUMI menerbitkan obligasi konversi wajib atau mandatory convertible bonds (MCB) dengan durasi selama tujuh tahun. Total MCB yang diemisi senilai US$600 juta juga dengan harga referensi Rp926,16 per saham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumi resources Grup Bakrie
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top