Ringkasan Perdagangan 20 Juni: IHSG Melemah di Saat Rupiah dan Komoditas Menguat

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini, Rabu (19/6/2019):
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Juni 2019  |  20:02 WIB
Ringkasan Perdagangan 20 Juni: IHSG Melemah di Saat Rupiah dan Komoditas Menguat
Pengunjung menggunakan smartphone di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah tipis setelah rilis keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia, meskipun bursa saham Asia menguat.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari ini. Sementara itu, harga komoditas harga emas dan minyak mentah berakhir menguat hari ini.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini, Rabu (19/6/2019):

 

BI Pertahankan Suku Bunga, IHSG Berakhir Melemah Tipis

IHSG ditutup berbalik melemah 0,06 persen atau 3,56 poin ke level 6.335,70 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Rabu (19/6), IHSG ditutup naik tajam 1,31 persen atau 81,93 poin di level 6.339,26.

Lima dari sembilan sektor menetap di zona merah, didorong oleh sektor sektor konsumer yang melemah 0,82 persen, disusul sektor aneka industry yang turun 0,81 persen.

Di sisi lain, empat sektor menguat dan menahan penurunan IHSG lebih lanjut, dipimpin oleh sektor industri dasar yang menguat 1,48 persen.

Sebanyak 214 saham menguat, 197 saham melemah, dan 225 saham stagnan dari 635 saham yang diperdagangkan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing melemah 2,68 persen dan 1,46 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG hari ini.

Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga, Rupiah Ditutup Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (20/6/2019) rupiah berhasil ditutup menguat 0,613% atau 87 poin menjadi Rp14.183 per dolar AS, melanjutkan penguatannya selama 3 hari berturut-turut.

Adapun, pada perdagangan kali ini penguatan terjadi terhadap semua mata uang di kelompok Asia. Kinerja penguatan dipimpin oleh won Korea Selatan yang menguat 1,207%.

Analis PT Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan bahwa penguatan rupiah didukung oleh pernyataan dovish The Fed yang meski mempertahankan suku bunga acuannya untuk tahun ini, tetapi Bank Sentral AS tersebut mengindikasikan akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

"Hal tersebut mendorong melemahnya dolar AS sehingga rupiah berhasil terapresiasi," ujar Faisyal kepada Bisnis.com, Kamis (20/6/2019).

Investor Asing Catat Net Buy Rp278,82 Miliar

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy senilai sekitar Rp278,82 miliar pada perdagangan hari ini.

Investor asing membukukan aksi beli sekitar 806,88 juta lembar saham senilai Rp2,57 triliun. Adapun aksi jual oleh investor asing tercatat 828.3 juta lembar saham senilai sekitar Rp2,29 triliun.

Total nilai transaksi yang terjadi di lantai bursa hari ini mencapai sekitar Rp9,76 triliun dengan volume perdagangan tercatat sekitar 12,99 miliar lembar saham.

The Fed Isyaratkan Pelonggaran Moneter, Bursa Asia Menguat

Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Kamis (20/6/2019), setelah Federal Reserve mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga akhir tahun ini.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang menguat 0,92 persen, dipimpin oleh kenaikan di China. Indeks Shanghai Composite ditutup menguat 2,38 persen, sedangkan indeks CSI 300 ditutup naik 3,03 persen.

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masign ditutp menguat 0,3 persen dan 0,6 persen, sedangkan indeks Hang Seng menguat 1,24 persen. Adapun indeks Kospi Korea Selatan naik 0,31 persen.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex kontrak Agustus 2019 menguat 36,3 poin atau 2,75 persen ke level US$1.385,90 per troy ounce pada pukul 18.40 WIB.

Sepanjang perdagangan hari ini, harga emas bergerak pada kisaran US$1.361,30 – US$1.397,70 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta menguat Rp2.000 menjadi Rp684.000 per gram. Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam pun naik Rp2.000 menjadi Rp613.000 per gram.

Selain Emas Global, Emas Antam Juga Sentuh Level Tertinggi

Berdasarkan situs logammulia.com, harga emas Antam melanjutkan reli penguatannya pada perdagangan Kamis (20/6/2019), dengan berhasil naik Rp10.000 menjadi Rp694.000 per gram, menjadi harga tertinggi emas Antam sepanjang masa.

Analis PT Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan bahwa penguatan emas Antam kali ini bersamaan dengan menguatnya harga emas global akibat sentimen The Fed yang mengindikasikan adanya penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

"Bila harga emas dunia terus menguat, emas Antam memiliki peluang untuk menyentuh level Rp700.000 per gram," ujar Deddy kepada Bisnis, Kamis (20/6/2019).

Iran Serang Drone AS, Harga Minyak Memanas

Harga minyak menanjak lebih dari 2%, Kamis (20/6/2019), kali ini disokong oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah, usai pejabat Amerika Serikat menyebut salah satu pesawat tanpa awak (drone) AS ditembak jatuh oleh rudal Iran.

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 15.20 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,33% atau 1,25 poin ke US$55,01 per barel, sedangkan harga minyak Brent menguat 2,28% atau 1,41 poin ke posisi US$63,23 per barel.

Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa drone tersebut jatuh di wilayah udara internasional di atas Selat Hormuz, Kamis (20/6/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup