IPCM Bidik Proyek Baru di Kalimantan dan Jawa

Jasa pelayanan kapal berupa pemanduan dan penundaan berkontribusi atas 90 persen pendapatan perseroan.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  21:10 WIB
IPCM Bidik Proyek Baru di Kalimantan dan Jawa
Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Dawam Atmosudiro mengunjungi kantor redaksi Bisnis Indonesia, Senin (20/11). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) tengah mengupayakan kontrak jasa penundaan serta pemanduan kapal di beberapa titik yang tersebar di Kalimantan dan Jawa.

Jasa pelayanan kapal berupa pemanduan dan penundaan berkontribusi atas 90 persen pendapatan perseroan.

Sementara itu beberapa proyek yang tengah digarap adalah proyek bersama Exxon Mobile Lamongan, proyek di teluk lingau dan kendawangan Kalimantan Barat, proyek dengan PT Pupuk Sriwijaya di Palembang, proyek di Kayu Agung, proyek Regas, dan proyek di Patimban, Subang.

Direktur Utama IPCM Dawam Atmosudiro mengatakan mayoritas pendapatan perusahaan masih akan dikontribusikan dari beberapa pelabuhan yang dikelola induk usahanya yaitu PT Pelindo II (IPC). Dawam menargetkan setidaknya kondisi tersebut akan berlangsung selama 5 tahun ke depan.

Setelahnya kontribusi itu akan menyusur dengan adanya proyek-proyek baru yang direalisasikan. “Minimal sampai 5 tahun pendapatan dari IPC masih akan berkontribusi 50 persen atas pendapatan kami. Tapi ini ada beberapa proyek baru di luar itu yang sedang kami kerjakan,” katanya.

Akan tetapi, lanjut Dawam, proyek-proyek yang tengah dibidik belum tentu mendapatkan rekomendasi atau pelimpahan dalam waktu dekat. Pasalnya itu tergantung dari kebijakan pemerintah daerah.

Dia menjelaskan hampir separuh semester pertama belum ada proyek yang goal diakibatkan ada turbulensi akibat pemilihan umum. Oleh sebab itu dia berharap proyek yang tengah dibidik dapat segera terwujud seiring usainya pemilihan umum.

“Setiap proyek membutuhkan waktu persiapan yang berbeda-beda sehingga kendati didapat tahun ini bisa saja operasional baru dilakukan tahun depan. Ada yang goal dalam waktu dua bulan, bahkan ada yang lebih,” ungkapnya.

Misalnya saja proyek Ambang Luar Sungai Musi, meskipun perseroan telah mengantongi izin komplit pada akhir November tahun lalu. IPCM baru bisa kerja pada akhir Maret tahun ini. Oleh sebab itu, Dawam belum dapat memastikan komtribusi setiap kontrak proyek baru yang tengah digarap.

Akan tetapi dia memastikan setiap proyek minimal untuk periode waktu 5 tahun sehingga ke depan memberikan kontribusi yang signifikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
emiten pelayaran, Jasa Armada Indonesia

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup