Sentimen Ini Bikin Pasar Obligasi Berpotensi Menguat Pekan Ini

Setelah melewati libur panjang, pasar obligasi berpotensi menguat berkat dorongan peningkatan credit rating Indonesia oleh S&P rating agency.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 12 Juni 2019  |  08:31 WIB
Sentimen Ini Bikin Pasar Obligasi Berpotensi Menguat Pekan Ini
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Setelah melewati libur panjang, pasar obligasi berpotensi menguat berkat dorongan peningkatan credit rating Indonesia oleh S&P rating agency.

Selain S&P, lembaga pemeringkat lainnya seperti Fitch Ratings juga telah menyematkan peringkat sovereign credit rating Indonesia pada level BBB/outlook stabil (Investment Grade) pada 14 Maret 2019.

Internasional Japan Credit Rating Agency (JCRA) juga mengumumkan peringkat Indonesia pada level BBB, tetapi outlook Indonesia dinaikkan menjadi positif dari sebelumnya stabil. Sementara itu, lembaga pemeringkat internasional lainnya yakni Rating & Investment (R&I) juga mempertahankan peringkat Indonesia di level BBB, tetapi juga mempertahankan outlooknya pada predikat stabil.

Pengamat fixed income Anup Kumar mengatakan, selama sepekan ke depan pasar surat utang negara (SUN) akan ditutup secara positif. Melanjutkan rally yang bergerak sejak perdagangan pada Senin (10/6/2019).

Apalagi dukungan sejumlah faktor eksternal dan internal sedang memberikan tailwind ke pasar SUN Indonesia. Imbal hasil 10 tahun Indonesia mengalami penguatan hingga turun di bawah level 7,8%. Selain itu volatilitas mata uang yang rendah juga mendorong pasar SUN terus mengalami penguatan.

Selanjutnya, kata dia, menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk menjaga iklim kondusif untuk pasar dengan menyelesaikan hal-hal terkait volatilitas mata uang melalui penyempitan transaksi berjalan.

Salah satunya memperbaiki neraca perdagangan dengan lebih banyak ekspor serta mendorong Foreign Direct Investment ke dalam negeri. Pemerintah juga perlu menurunkan eksposur hutang dalam mata uang asing di bawah level 40% dari total hutang pemerintah.

Menurutnya, indeks dolar AS mengalami penurunan yang berimbas pada penguatan mata uang rupiah. Terakhir, selama liburan lebaran, pasar obligasi di ASEAN mengalami penguatan.

"CDS Indonesia juga mengalami penurunan. All in all, pada saat libur Lebaran, banyak sekali sentimen positif global yang akan terus mendorong pasar SUN Indonesia menguat sejak dibuka hari pertama,” jelasnya kepada Bisnis.com dikutip Rabu (12/6/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara, peringkat utang

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup